Senin, 15 Juli 2024


Jokowi Pantau Pompanisasi di Klaten, Sempatkan Menyapa Petani

19 Jun 2024, 10:15 WIBEditor : Gesha

Presiden Jokowi meninjau pompanisasi di Klaten, sempatkan menyapa petani | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten --- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan kunjungan kerja di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (19/6/2024). Selama kunjungannya di Karangdowo, Jokowi memeriksa sistem pompanisasi yang digunakan untuk keperluan pertanian.

Desa Tumpukan, yang terletak di sisi timur Klaten dan berbatasan dengan Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, menjadi tujuan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (19/6/2024).

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Deddy Suryadi, dan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sesampainya di lokasi, Jokowi menuju tepi Sungai Dengkeng untuk meninjau pompa air yang mengalirkan air dari sungai ke saluran irigasi yang menuju ke persawahan.

Setelah berbincang sejenak dengan Menteri PAN-RB, Jokowi melanjutkan peninjauan ke area persawahan yang berjarak sekitar 100 meter dari pompa.

Di area persawahan, Jokowi menyempatkan diri untuk menyapa para petani yang tengah bekerja, kehadiran Presiden disambut antusias oleh warga yang berkumpul di sekitar lokasi. Jokowi berkeliling untuk memeriksa saluran irigasi dan berdiskusi dengan Menteri PUPR.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Widiyanti, menyatakan bahwa kedatangan Presiden di Desa Tumpukan bertujuan untuk memeriksa program pompanisasi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

"Di Klaten, terdapat lahan perluasan areal tanam (PAT) seluas 1.361 hektare yang mendapatkan alokasi pompanisasi, termasuk di Tumpukan ini yang merupakan lahan setengah teknis. Tanpa bantuan pompanisasi, tidak mungkin meningkatkan indeks pertanaman, sehingga di sini sangat membutuhkan pompa untuk menyelamatkan tanaman di musim seperti saat ini," ujar Widiyanti.

Widiyanti menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah mengirimkan 92 unit pompa sebagai bantuan untuk mendukung pompanisasi lahan sawah, khususnya yang mengandalkan irigasi tadah hujan.

"Ada 92 unit pompa yang telah disalurkan di Klaten dari Kementan, tersebar di delapan kecamatan, termasuk Desa Tumpukan di Kecamatan Karangdowo," ujar Widiyanti.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018