Saturday, 14 February 2026


MIPI Dukung Program MBG, Wujudkan Indonesia Emas Bebas Stunting dengan Pangan Bergizi

16 Jan 2025, 19:12 WIBEditor : Gesha

Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) berperan aktif mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG), menjawab tantangan stunting dan gizi buruk untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan kuat!

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) berperan aktif mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG), menjawab tantangan stunting dan gizi buruk untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan kuat!

Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) terus menunjukkan perannya yang strategis dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Dr. Maria Ulfah, S.Pt., MSc.Agr, sebagai Presiden MIPI periode 2025-2029, organisasi ini bergerak dengan visi besar untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Melalui berbagai kolaborasi lintas sektor, MIPI berupaya mewujudkan akses pangan bergizi yang merata bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan serius dalam hal ketahanan pangan.  

Maria Ulfah menyatakan bahwa program MBG merupakan inisiatif penting yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga lembaga riset, akademisi, dan sektor swasta.

Dalam konteks ini, MIPI hadir sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan inovasi berbasis riset.

Salah satu fokus utama organisasi ini adalah memastikan setiap Komda MIPI di seluruh Indonesia dapat berkontribusi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal.  

Sekretaris Jenderal MIPI yang baru, Dr. Cecep Hidayat, S.Pt., M.Si, juga menekankan bahwa keberadaan MIPI sebagai organisasi berbasis ilmu pengetahuan memberikan potensi besar untuk mendukung program MBG.

Dengan jaringan ahli dan praktisi unggas di seluruh nusantara, MIPI tidak hanya menjadi penyedia solusi berbasis teknologi, tetapi juga motor penggerak inovasi.

Program-program yang dirancang mencakup edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asupan protein hewani, peningkatan efisiensi produksi unggas, serta optimalisasi distribusi hasil ternak.  

Dalam perjalanan MIPI mendukung program ini, ada banyak contoh keberhasilan yang telah diraih.

Salah satunya adalah inisiatif penyediaan telur gratis melalui kerja sama dengan perusahaan perunggasan.

Program ini, yang awalnya dilakukan di wilayah tertentu sebagai proyek percontohan, berhasil meningkatkan konsumsi protein hewani di kalangan masyarakat kurang mampu.

Mantan Presiden MIPI, Prof. Arnold P. Sinurat, memberikan apresiasi terhadap langkah ini dan menyebutkan bahwa kerja sama seperti ini perlu terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak wilayah.  

Selain itu, MIPI juga memfokuskan upayanya pada edukasi berbasis komunitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini secara konsisten mengadakan pelatihan bagi peternak kecil dan rumah tangga untuk meningkatkan efisiensi produksi unggas.

Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber pangan bergizi di tingkat lokal.

Dengan cara ini, MIPI turut mendukung terciptanya ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan. 

Namun, tantangan tetap ada, salah satu isu yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya protein hewani dalam pola makan sehari-hari.

Untuk mengatasi hal ini, MIPI menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, untuk menyelenggarakan kampanye gizi yang interaktif dan mudah dipahami.

Di samping itu, MIPI juga terus mendorong inovasi dalam bidang perunggasan, seperti pengembangan pakan berkualitas tinggi dengan biaya rendah, yang dapat membantu menekan harga produk unggas di pasar.  

Dr. Maria Ulfah percaya bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya dinilai dari jumlah masyarakat yang terbantu, tetapi juga dari perubahan pola pikir yang terjadi di lapangan.

Oleh karena itu, MIPI menempatkan edukasi sebagai pilar utama dalam setiap kegiatannya.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.  

Dengan visi yang kuat, langkah strategis yang terukur, dan semangat kolaborasi, MIPI optimis dapat berkontribusi secara signifikan dalam mengatasi tantangan gizi di Indonesia.

Program MBG bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga tonggak penting menuju Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri dalam hal ketahanan pangan.

Melalui kiprahnya, MIPI terus bergerak maju untuk menjawab panggilan zaman, memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang adil terhadap pangan bergizi. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018