Sunday, 12 April 2026


Ingin Terjun ke Pertanian, Wamentan Ingatkan Jangan Mudah Tergiur Sosmed

10 May 2025, 11:49 WIBEditor : Yulianto

wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat berkunjung ke BRMPTRI di Sukabumi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi---Sosial media kini menjadi salah satu yang masyarakat gunakan untuk mencari informasi, tak terkecuali soal pertanian. Sayangnya, banyak sumber informasi dari media sosial, tingkat kebenaran dipertanyakan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono pun mengingarkan, kepada masyarakat, pelaku usaha dan generasi muda yang ingin menekuni dunia usaha pertanian, baik budidaya dan pengolahan tidak mudah tergiur dengan informasi yang ada di media sosial, seperti Tiktok maupun Youtube.

Pasalnya, informasi tersebut tidak berasal dari sisi riset dan akademik tidak terpenuhi. Akibatnya, banyak kasus pelaku usaha yang sudah menanamkan modal untuk usaha, ternyata hasil gagal.

“Jangan sampai pelaku usaha, generasi muda yang ingin berusaha di dunia pertanian, tapi modalnya hanya tiktok dan sosmed seperti Youtube. Banyak informasi di media sosial tidak berdasarkan dengan riset dan academic competitive tidak terpenuhi,” kata Wamentan, Sudaryono. 

Karena itu, Sudaryono menegaskan, untuk membantu pelaku usaha yang ingin terjun ke dunia pertanian, pihaknya berusaha untuk mendekatkan hasil penelitian ke masyarakat. Bahkan Kementerian Pertanian juga bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri, seperti IPB University membuat model untuk menjadi pegangan bagi pelaku usaha.

”Nanti kita buat modelling pengolahan dan budiaya pertanian yang bisa dicontoh dan diaplikasikan ke masyarakat,” kata Mas Dar sapaan akrab Wamentan saat mengungjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Penyegar dan Industri (BRMPTRI) di Parungkuda, Sukabumi, Jumat (9/5).

Apalagi menurut Mas Dar, setelah berkunjung ke BRMPTRI dan balai penelitian lainnya, ternyata Indoensia mempunyai banyak balai penelitian yang jumlahnya mencapai 64 UPT. Ada balai penelitian, balai pengolahan, balai pasca panen hingga inseminasi ternak. ”Artinya, fasilitas yang kita punya cukup banyak dan semuanya keren-keren,” ujarnya,

Bahkan ia mengakui, SDM yang berada di balai-balai tersebut, cukup terlatih dan berpendidikan tinggi. Namun menurutnya, pekerjaan rumah (PR)nya adalah bagaimana hasil penelitian tersebut dapat diaplikasi di dunia usaha. 

“Ini yang harus kita pikiran. Karena kalau kita lihat hasil penelitian kita sudah keren-keren, ada kelapa, cokelat, biomasa. Bagaimana semua itu dibungkus dalam modul juklak dan juknis dan nantinya masyarakat tinggal mengikuti,” tuturnya.

Apalagi untuk menyampaikan ke masyarakat, Mas Dar mengatakan, pemerintah mempunyai penyuluh pertanian dan berbagai fasilitas dari pemerintah. Jadi, kini tinggal bagaimana masyarakat bisa mendapatakan informasi yang benar. Sekali lagi, jangan mudah tergiur dan percaya dengan informasi dari media sosial. 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018