Saturday, 18 April 2026


Heboh FATETA IPB Jadi Sekolah Teknik, Ini Kata Kementan

10 Jun 2025, 15:20 WIBEditor : Gesha

Heboh kabar FATETA IPB bakal jadi Sekolah Teknik bikin publik bertanya-tanya. Kementan pun buka suara, menegaskan perubahan ini justru peluang besar bagi pertanian Indonesia yang lebih maju

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Heboh kabar FATETA IPB bakal jadi Sekolah Teknik bikin publik bertanya-tanya. Kementan pun buka suara, menegaskan perubahan ini justru peluang besar bagi pertanian Indonesia yang lebih maju.

Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyambut positif dinamika internal di IPB University terkait wacana transformasi Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) menjadi Sekolah Teknik.

Bagi Kementan, apapun bentuk kelembagaannya nanti, Fateta tetap menjadi mitra strategis dalam mendorong modernisasi pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa Fateta selama ini telah berperan besar dalam pengembangan inovasi pertanian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia optimistis, perubahan struktur kelembagaan tidak akan mengurangi kontribusi Fateta, justru bisa memperkuat kolaborasi antara kampus dan pemerintah.

“Kita percaya, semangat yang dibawa Fateta tidak akan berubah, justru bisa semakin relevan dengan tantangan pertanian modern. Mau fakultas atau sekolah teknik, yang penting spirit dan kontribusinya tetap untuk bangsa dan petani,” ujar Santi di Bogor.

Yang terpenting, kata Santi, adalah komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan petani, mengakselerasi adopsi teknologi, dan membangun pertanian yang mandiri serta berkelanjutan.

“Kami selama ini sudah banyak menjalin kerjasama dengan Fateta, mulai dari riset alat dan mesin pertanian, penyusunan kurikulum Politeknik Pertanian, hingga pelatihan SDM. Semua itu berjalan baik. Kalau ada perubahan bentuk, selama substansinya tetap, kami justru menyambut baik,” ujarnya.

Santi juga menambahkan bahwa kolaborasi antara Kementan dan IPB, termasuk FATETA, telah menghasilkan berbagai inovasi yang kini digunakan di lapangan.

Banyak alumni dan dosen Fateta yang kini menjadi bagian dari ekosistem pembangunan pertanian nasional.

“Ini soal semangat kolaborasi. Fateta punya sejarah panjang, dan Sekolah Teknik nantinya bisa melanjutkan jejak itu dengan energi baru,” katanya.

Kementan memandang dinamika yang terjadi di IPB sebagai bagian dari proses sehat dalam dunia akademik.

Menurut Santi, diskusi soal kelembagaan adalah hal biasa, selama dilandasi itikad baik dan kepentingan jangka panjang.

“Keputusan tentu ada di Senat Akademik dan Rektor. Tapi kami dari sektor publik berharap proses ini menghasilkan struktur yang lebih kuat, lebih adaptif, dan tetap berpihak pada kebutuhan pertanian nasional,” ujar Santi.

Bagi Kementan, harapan besarnya tetap sama: mempercepat transformasi pertanian Indonesia menjadi lebih modern, adaptif, dan inklusif.

Dengan atau tanpa perubahan struktur kelembagaan di kampus, sinergi dengan dunia akademik seperti IPB tetap menjadi pilar utama.

“Kami percaya, dari ruang-ruang kelas dan laboratorium di IPB, lahir solusi konkret untuk petani kita di desa. Kami tunggu gebrakan Sekolah Teknik, jika itu nanti resmi berjalan. Yang jelas, Kementan akan terus jalan bersama,” pungkas Santi.

Apakah Benar FATETA IPB Dibubarkan? cek selanjutnya ..

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018