Saturday, 07 February 2026


Jogja Benih Expo 2025, Ajang Pembuktian Inovasi Dunia Perbenihan  

06 Aug 2025, 16:36 WIBEditor : Yulianto

Gelaran Jogja Benih Expo yang berlangsung di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Rabu-Kamis (6-7 Agustus 2025)

TABLOIDSINARTANI.COM, Gunung Kidul---Gelaran Jogja Benih Expo yang berlangsung di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Rabu-Kamis (6-7 Agustus 2025) diharapkan menjadi momentum menunjukkan hasil terbaik dalam inovasi perbenihan. Bukan hanya itu tapi juga menjadi jembatan inovasi perbenihan menuju pertanian berkelanjutan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto berharap Jogja Benih Expo menjadi momentum menunjukkan hasil terbaik dalam inovasi dunia perbenihan. Apalagi perbenihan merupakan pondasi keberhasilan sistem pangan.

“Tanpa benih berkualitas, mustahil kita bisa mencapai swasembada pangan. Karena itu, kita Komisi IV DPR RI terus mendorong riset dan inovasi benih, tidak hanya lembaga riset pemerintah, tapi juga perguruan tinggi dan swasta,” katanya saat membuka Jogja Benih Expo di Gunung Kidul, Rabu (6/8).

Komisi IV DPR RI lanjut Titiek Soeharto, sapaan akrabnya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DI Yogyakarta, khusus Balai Pengembangan Perbenihan dan dan Pengawasan Mutu Perbenihan Tanaman Pangan DIY sebagai pioner dalam mengembangkan benih unggul.

“Dengan semangat kolaborasi, pendampingan dan keterbatasan bisa menjadi pusat pertanian. Puluhan ton benih, baik padi dan jagung, yang dihasilkan kelompok tani dan menjadi bukti konkrit,” katanya.

Menurutnya, program yang tepat sasaran memberikan dampak nyata di lapangan. Untuk itu, Titiek Soeharto mengingatkan, sistem distribusi benih harus dijaga agar petani mendapatkan akses benih unggul dengan harga yang wajar dan kualitas terjamin.

Karena itu, pihaknya juga mendorong kemandirian benih dengan memperbanyak sumber benih dan mempercepat sertifikasi benih, serta memberikan insentif kepada penangkar benih lokal. “Dengan demikian, kita bisa menjaga mutu benih,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Titiek Soeharto juga mengingatkan Jogja Benih Expo bukan hanya ajang pameran, tapi sebagai ruang dialog terbuka, membangun dan memerperluas kemitraan. “Komisi IV menjadi mitra strategis mendorong lahir kebijakan yang berpihak ke petani, termasuk perbenihan,” katanya.

Untuk itu, Titiek juga berharap inovasi yang telah dibuat Pemda DI Yogyakarta dan Gunung Kidul tidak berhenti pada varietas yang telah ada, tapi ke depan bisa menciptakan benih unggul yang tahan perubahan iklim dan ramah lingkungan.

“Kita harus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan meningkatkan kesejahteraan petani yang bukan hanya wacana, tapi hadir di setiap desa dan lahan pertanian,” tuturnya.

Mandiri Benih

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, untuk membantu ketersediaan benih bermutu di tingkat petani, pemerintah mendorong DI Yogyakarta mandiri benih. “Mandiri benih sangat penting, kita bisa menghasilkan benih bersertifikat dan bisa swasembada pangan, khususnya DI Yogykarta,” katanya.

Dengan benih bermutu menurut Idha, petani bisa meningkatkan indeks pertanaman. Jika yang sebelumnya hanya dua kali tanam (IP 200) naik menjadi tiga kali tanam (IP 300). Untuk mendukung peningkatan produksi dan swasembada pangan, ke depan harus dihasilkan benih yang super genjah, khususnya komoditas padi.

Sementara itu, Wakil Gubernur DI Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X mengatakan, Jogja Benih Expo dengan tema Jembatan Inovasi Perbenihan Menuju Pertanian Berkelanjutan sangat tepat di tengah krisis iklim, fluktuasi pasar global dan meningkatnya kebutuhan pangan. “Benih unggul bukan hanya input, tapi pondasi ketahanan pangan,” katanya.

Membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Bowono X, Paku Alam mengatakan, ke depan pertanian tidak lagi bisa bertumpu pada yang konvesional, tapi harus dengan teknologi. Namun teknologi bukan untuk menggantikan kearifan pertanian lokal, tapi justru memperkuat. 

Karena itu Paku Alam mengajak, semua pihak untuk mengembangkan varietas unggul, teknologi tepat guna dengan menyesuaikan karakter lokal. Jadi pertanian tidak hanya maju secara produksi, tapi juga kokoh secara budaya.

“Kami membuka ruang inovasi dan inspirasi bagi penangkar benih, petani dan swasta untuk saling bertukar informasi membentuk kemitraan. Semoga Jogja Benih Expo ini menjadi meomentum kebangkita pertanian di Yogyakarta,” tuturnya.

Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntariningsih juga berpesan agar Jogja Benih Expo bukan hanya pameran, tapi berbagi pengetahuan dan pengalaman pertanian sebagai langka strategis menghadapi tantangan global perubahan iklim dan degradasi lahan. “Pertanian modern bukan hanya teknologi, tapi harus berdampak pada kesejahteraan petani,” tambahnya.

 

Link e Sertifikat berdasarkan nomor: Klik Disini

Link Materi : Klik Disini

Link e Sertifikat : Klik Disini

 

Reporter : Tim Sinta
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018