
Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Grhadika Bhakti Praja
TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang – Ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Tengah masih belum beroperasi penuh. Dari total 8.523 koperasi yang sudah berbadan hukum, baru 1.750 yang benar-benar berjalan.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Grhadika Bhakti Praja, beberapa waktu lalu.
“Yang sudah operasional baru 1.750 koperasi, sementara yang belum mencapai 6.773,” ungkap Luthfi.
Meski demikian, seluruh KDMP di Jateng sudah memiliki gerai. Luthfi mendorong Dinas Koperasi untuk terus melakukan pendampingan agar koperasi-koperasi tersebut segera bisa menjalankan usaha secara penuh.
“Minimal sudah punya gerai. Tinggal bagaimana pendampingan dari Dinas Koperasi agar kegiatan bisa segera berjalan,” tegasnya.

Untuk mempercepat proses, Luthfi menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mendorong sekitar 11 ribu ASN Pemprov Jateng ikut menjadi pengurus koperasi. Selain itu, 29 unit aset daerah juga akan dioptimalkan mendukung operasional KDMP.
KDMP juga diarahkan bekerja sama dengan 7.595 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta BUMD milik Pemprov Jateng. Misalnya, PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk urusan pangan dan pupuk, serta PT Jateng Petro Energi (JPEN) yang mengelola LPG dan energi alternatif.
“Kami juga usulkan ke pemerintah pusat agar ada tambahan sub pangkalan LPG di Jateng, supaya KDMP bisa menjadi pengecer resmi dan distribusi ke masyarakat lebih mudah,” ujar mantan Kapolda Jateng ini.
Luthfi menekankan perlunya regulasi tata kelola KDMP yang lebih komprehensif dari pemerintah pusat. Menurutnya, banyak desa yang masih bingung memulai kegiatan usaha karena potensi tiap wilayah berbeda-beda.
“Setiap desa punya cara sendiri sesuai potensinya, jadi regulasi yang jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya.
Rapat konsolidasi ini turut dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menkop UKM Budi Arie Setiadi, Wamendagri Bima Arya, perwakilan BUMN dan BUMD, serta 35 kepala daerah se-Jateng.
Menko Pangan Zulkifli Hasan memberi apresiasi kepada Luthfi, karena Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah KDMP operasional terbanyak di Indonesia.
“Saya senang dengan kebijakan Gubernur. Tidak harus sempurna, yang penting gerainya ada dulu. Ini pekerjaan besar,” ujar Zulhas.