Wednesday, 11 March 2026


Dyah Roro Esti Resmi Gabung HKTI, Siap Perluas Akses Pasar Global untuk Petani

03 Oct 2025, 17:29 WIBEditor : Gesha

Masuk jajaran Waketum HKTI, Dyah Roro Esti siap bawa produk unggulan petani seperti kopi dan rempah merambah pasar internasional demi tingkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Masuk jajaran Waketum HKTI, Dyah Roro Esti siap bawa produk unggulan petani seperti kopi dan rempah merambah pasar internasional demi tingkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Dewan Pengurus Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) periode 2025–2030 resmi dilantik dengan wajah-wajah baru yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah kehadiran Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, yang didapuk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan.

Keterlibatan Dyah Roro di tubuh HKTI bukan sekadar simbol. Sebagai pejabat yang sehari-hari berkecimpung dalam diplomasi perdagangan internasional, ia membawa visi besar: membuka jalan bagi produk-produk pertanian Indonesia agar lebih mudah menembus pasar global.

“Petani Indonesia butuh dukungan, terutama dalam memperluas akses pasar. Selama ini banyak komoditas potensial yang belum optimal menembus luar negeri, padahal punya kualitas bersaing,” tegas Dyah Roro usai pelantikan pengurus HKTI.

Menurut Dyah Roro, masuknya dirinya ke HKTI merupakan langkah strategis. Dengan posisi ganda sebagai Wakil Menteri Perdagangan sekaligus pengurus inti HKTI, koordinasi antar lembaga akan lebih mudah dilakukan.

Ia mencontohkan, banyak komunitas petani yang berharap komoditas unggulan mereka seperti kopi, pala, hingga produk hortikultura bisa lebih luas dipasarkan. Namun kendala teknis ekspor, regulasi, hingga keterbatasan akses informasi sering kali menjadi penghalang.

“Ke depan, kita ingin HKTI jadi jembatan. Misalnya, kalau petani kopi punya produk berkualitas, HKTI bisa memfasilitasi mereka untuk ikut pameran internasional atau terkoneksi dengan buyer luar negeri. Ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Perdagangan,” tambahnya.

Dyah Roro menekankan bahwa arah kebijakan HKTI di bidang perdagangan tidak boleh hanya berfokus pada angka ekspor. Lebih dari itu, petani harus benar-benar merasakan dampak nyata.

“Kita ingin petani bukan hanya jadi penonton, tapi jadi pelaku utama dalam perdagangan global. Artinya, ketika kopi kita masuk ke Eropa atau rempah kita tembus Amerika, nilai tambahnya juga dirasakan langsung oleh petani di desa,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya edukasi tentang standar internasional, sertifikasi, hingga pengemasan produk. “Jangan sampai kita punya kualitas bagus tapi gagal hanya karena packaging atau tidak memenuhi standar negara tujuan,” tambahnya.

Selain memperluas akses pasar, Dyah Roro juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh kehilangan minat dari generasi muda. Dengan peluang ekspor yang terbuka, ia optimistis pertanian akan kembali menjadi sektor menjanjikan bagi anak muda.

“Kalau mereka lihat ada peluang ekspor, ada pasar luar negeri yang menunggu, pasti semakin banyak anak muda yang mau kembali ke sawah atau kebun. Ini bukan lagi pekerjaan kelas dua, tapi peluang besar,” tegasnya.

Kehadiran Dyah Roro Esti sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan DPN HKTI membuka babak baru dalam perjuangan organisasi petani terbesar di Indonesia. Dengan pengalamannya di pemerintahan, ia siap menjadikan HKTI sebagai motor penggerak ekspor produk pertanian.

Dari kopi, pala, hingga hortikultura, kini harapan petani Indonesia untuk dikenal di kancah global semakin terbuka lebar. Dan di balik itu semua, HKTI berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan desa-desa pertanian dengan pasar dunia.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018