Selasa, 13 Januari 2026


Mentan Amran Jadi Kepala Bapanas, Publik Heboh: Rangkap Jabatan?

11 Okt 2025, 19:27 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Keputusan Presiden Prabowo menunjuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas bikin publik heboh.

Publik tengah ramai memperbincangkan langkah Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Keputusan ini sontak membuat jagat maya heboh, bukan karena nama yang diangkat, tapi karena jabatan ganda yang kini disandang Amran di dua posisi strategis pemerintahan sekaligus.

Penunjukan tersebut resmi tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 yang ditandatangani pada 9 Oktober 2025.

Dalam salinan Keppres itu, Presiden Prabowo memberhentikan Arief Prasetyo Adi secara terhormat dari jabatan Kepala Bapanas dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian Arief selama masa kepemimpinannya.

“Menetapkan Keputusan Presiden tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional. Kesatu: Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” demikian bunyi Keppres yang beredar di kalangan media.

Sebagai penggantinya, Presiden Prabowo langsung menunjuk Andi Amran Sulaiman untuk mengisi posisi Kepala Bapanas, sekaligus tetap melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Pertanian.

Artinya, Amran kini menjadi sosok kunci dalam dua lembaga penting yang sama-sama mengurusi urusan pangan nasional.

“Mengangkat Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan serta fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis Keppres tersebut.

Kabar penunjukan Amran juga dibenarkan oleh Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy. Ia menyebut surat keputusan (SK) baru diterima pada Jumat sore, 10 Oktober 2025, di Jakarta.

“Kalau SK-nya baru diterima tadi sore, memang sudah diganti. Dalam SK-nya tertulis per tanggal 9 Oktober 2025,” kata Sarwo saat dikonfirmasi oleh awak media.

Dengan demikian, secara administrasi, Amran resmi menjabat Kepala Bapanas sejak 9 Oktober 2025, meskipun dokumen fisiknya baru sampai ke lembaga sehari setelahnya.

“SK-nya baru diterima hari ini (Jumat), sore ini,” tambah Sarwo menegaskan.

Tak butuh waktu lama, kabar ini langsung jadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Sejumlah netizen mempertanyakan, apakah langkah ini tergolong rangkap jabatan atau justru bagian dari strategi pemerintah memperkuat koordinasi antar lembaga pangan dan pertanian.

“Wah, sekarang Mentan jadi Kepala Bapanas juga? Jadi dua-duanya dipegang satu orang?” tulis salah satu akun di X (Twitter).

Komentar serupa juga bermunculan di berbagai platform. Sebagian publik menilai kebijakan ini bisa mempercepat sinergi antar lembaga, tapi ada juga yang khawatir beban kerja Amran menjadi terlalu besar dan menimbulkan potensi tumpang tindih kebijakan.

Kementan Masih Bungkam

Hingga Sabtu (11/10) sore, Kementerian Pertanian (Kementan) belum memberikan pernyataan resmi terkait penunjukan ini.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Arief Cahyono, belum merespons permintaan konfirmasi dari sejumlah media.

Menariknya, akun resmi media sosial Kementan juga belum menyinggung sama sekali jabatan baru Amran.

Postingan terakhir justru menampilkan kegiatan panen jagung bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Banten pada Jumat (10/10).

Dari seluruh unit kerja di bawah Kementan, hanya Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang terlihat memberi ucapan selamat secara terbuka kepada Amran atas amanah barunya.

Mereka mengunggah infografis di akun resmi yang berbunyi:

“Selamat dan Sukses kepada Bapak Andi Amran Sulaiman atas amanah baru sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.”

Sementara itu, unit-unit eselon lainnya seperti Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura masih fokus mengunggah laporan kinerja dan program panen raya tanpa menyinggung isu rangkap jabatan tersebut.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018