Tuesday, 20 October 2026


BPS: Harga Mulai Turun, Beras Deflasi

02 Dec 2025, 07:26 WIBEditor : Yulianto

Penjualan beras SPHP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Harga beras kembali menunjukkan penurunan di 28 provinsi. sementara 8 provinsi masih mencatat inflasi dan 2 provinsi lainnya stabil.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi beras mencapai 0,59 persen, menjadi yang terdalam sejak Juni 2024, dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen terhadap inflasi nasional. 

"Secara historis, beras mengalami inflasi pada November 2022 dan 2023. Namun berbalik deflasi pada November 2024 dan 2025 dengan penurunan yang lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/12).

Penurunan harga beras sejalan dengan perkembangan komoditas pangan lainnya. Pada periode yang sama, sejumlah bahan pangan juga menyumbang deflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,03 persen.

Kmeudian disusul beras dan cabai merah masing-masing 0,02 persen, serta telur ayam ras dan kentang yang sama-sama memberikan andil deflasi 0,01 persen. Kombinasi koreksi harga berbagai komoditas pangan ini membantu meredam tekanan inflasi bulan berjalan.

“Pada November 2025, beberapa komoditas berkontribusi terhadap deflasi, di antaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,03 persen, beras dan cabai merah masing-masing 0,02%, serta telur ayam ras dan kentang dengan andil deflasi 0,01 persen,” ujar Pudji.

Secara historis, pada November 2022 dan 2023, beras justru mengalami inflasi. Namun tren tersebut berbalik pada 2024 dan 2025 yang sama-sama mencatat deflasi, dengan penurunan yang semakin dalam di 2025.

Tren ini menunjukkan bahwa upaya stabilisasi pangan, mulai dari peningkatan produksi, penambahan pasokan, kelancaran distribusi, hingga intervensi harga, menunjukkan hasil nyata.

Dengan deflasi di berbagai komoditas utama dan stabilitas harga yang berhasil dijaga, kondisi ini memberikan ruang positif bagi pengendalian inflasi menuju akhir tahun.

Reporter : Julian
Sumber : Humas Kementan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018