Selasa, 13 Januari 2026


Wamentan Pastikan Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Banjir

10 Des 2025, 15:59 WIBEditor : Yulianto

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian memperkirakan lahan sawah yang puso (rusak berat) akibat banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera hanya sekitar 4.500-5.000 hektar (ha) dari 40 ribu ha yang terdampak. Untuk membantu petani, pemerintah berjanji bergerak cepat memulihkan lahan pertanian tersebut.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan langkah tanggap darurat sekaligus program rehabilitasi agar petani bisa segera kembali berproduksi.

“Kita sangat berduka dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Tetapi yakinlah bahwa pemerintah itu gercep," katanya usai menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (10/12)

Menurutnya, tugas Kementan dalam membantu masyarakat yang terkena bencana adalah merehabilitasi lahan-lahan pertanian dan memastikan petani tidak boleh dirugikan. Kemudian mereka mendapatkan bantuan yang semestinya. Misalnya, tanah mereka dapat diolah, kemudian bisa tanam dan panen lagi. "Mereka dapat melanjutkan hidupnya lagi,” ujarnya.

Sudaryono menyatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai bantuan dikerahkan untuk memulihkan pertanian di wilayah terdampak bencana. Bantuan itu tidak hanya komoditas padi, tetapi juga pada komoditas pertanian lainnya.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo waktu kunjungan ke sana bahwa petani tidak boleh khawatir. Benih, alat mesin pertanian, bahkan KUR kalau ada pinjaman, dan lain-lain, pemerintah cover itu semua. Termasuk komoditas lain, jagung, termasuk ternak ya,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, prioritas utama pemerintah adalah menangani lahan yang rusak parah akibat banjir. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 40 ribu ha lahan pertanian terdampak banjir di tiga provinsi. “Data sementara menunjukkan sekitar 40 ribu hektare lahan terdampak banjir di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujarnya.

Dari jumlah itu, menurutnya, yang mengalami puso sekitar 4.500-5.000 ha. "Yang jelas kita hitung mana yang terdampak, khususnya puso yang paling prioritas karena petani sudah mau panen tetapi gagal panen. Itu harus kita tangani,” lanjut Sudaryono.

Karena itu, jajaran Kementan telah dikerahkan untuk memastikan bantuan dan program rehabilitasi dapat berjalan optimal di lapangan. ”Tentu saja akan kita cek terus, kita betul-betul mendayagunakan jajaran, baik penyuluh tentunya bersama Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meninjau wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (3/12) lalu. Dalam kesempatan itu, Amran melihat langsung sawah terdampak dan berdialog dengan petani.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah pusat megambil alih seluruh proses pemulihan. Namun dukungan pemerintah akan disesuaikan dengan kondisi sawah di setiap lokasi, termasuk bagi petani yang gagal panen akibat banjir.

Untuk lahan yang rata karena banjir, pemerintah akan bangun kembali sawahnya dan dilengkapi dengan bantuan benih serta alat pertanian lainnya. Untuk lahan yang tidak mengalami kerusakan berat, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sarana-prasarana produksi dan alsintan sesuai kebutuhan. 

“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali jadi sawah dan kami kirim peralatan serta bantuan benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” kata Amran.

Langkah tanggap bencana dan pemulihan yang dilakukan Kementan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi petani. Kementan berkomitmen agar seluruh upaya tersebut tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lahan, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi pangan

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018