Wednesday, 21 October 2026


Mentan: Rehabilitasi Lahan Pertanian di Lokasi Bencana Awal Januari

12 Dec 2025, 09:36 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Andi Amran Sulaiman saat melepas bantuan bencana Pulau Sumatera di Darmaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12).

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah akan melakukan langkah cepat untuk memulihkan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat atau puso akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera. Penanganan ini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah dan diharapkan pada awal tahun depan sudah mulai direhabilitasi.

“Untuk lahan yang rusak terkena bencana, pemerintah sudah menyiapkan anggarannya. Kita sekarang masih mengumpulkan data. Kami berharap Januari bisa langsung bergerak,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melepas bantuan untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dengan Kapal KRI Surabaya 591 dari Darmaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12).

Amran berjanji, lahan yang rusak total, pemerintah akan rehabilitasi dan bangun kembali menjadi sawah. Saat berkunjung ke lokasi bencana, ia melihat ada sawah yang rata, sehingga perlu dicetak ulang.

Sedangkan lahan yang tanamannya tidak puso, pemerintah akan memberikan bantuan benih padi gratis dan alat mesin pertanian. ”Kita akan maksimalkan bantuan pemerintah pusat. Kebutuhan pangan menjadi prioritas dan kami tanggung jawab,” ujarnya.

Amran menjelaskan, data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 11 ribu ha sawah yang masuk kategori puso. Pemerintah memastikan lahan tersebut akan segera dipulihkan melalui program cetak ulang agar produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali pulih.

“Sawah yang terdampak puso jumlahnya sekitar 11 ribu hektar. Itu semua akan kami cetak ulang, dan pemerintah yang mengerjakannya. Ini tanggung jawab Kementerian Pertanian,” kata Amran.

Pendataan juga pada lahan perkebunan. Seperti pertanaman kopi di Aceh yang mengalami kerusakan total, pemerintah akan membantu peremajaan (replanting). ”Semuanya akan kami ganti,” kata Amran.

Amran menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian merupakan prioritas pemerintah agar kehidupan petani kembali pulih dan ketahanan pangan tetap terjaga. “Kita akan pantau dan segera bantu. Insya Allah sektor pertanian akan kami selesaikan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Amran menegaskan bahwa bantuan yang pemerintah berikan kepada korban bencana dalam bentuk barang. Karena itu, dalam pengiriman barang menggunakan kapal laut.

Diantaranya, ada minyak goreng, beras, obat-obatan, mie instan, abon, sosis, gula, biskuit, telur, air mineral, susu, selimut, pakaian, genset, terpal, kasur, pakaian anak-anak, duster, celana pendek, kaos, handuk dan perlengkapan sholat seperti sejadah, sarung, mukena dan lain sebagainya.

Barang-barang tersebut menurut Amran, merupakan hasil pembicaraan dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). “Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan disana,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018