Tuesday, 09 June 2026


Rapat Darurat Minggu, Mentan Amran Ungkap Strategi Hadapi Kekeringan dan Geopolitik Global

09 Mar 2026, 09:07 WIBEditor : Gesha

Di tengah ancaman kekeringan dan ketegangan global, Mentan Amran pimpin rapat Minggu, membeberkan langkah konkret jaga produksi dan stok pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --Di tengah ancaman kekeringan dan ketegangan global, Mentan Amran pimpin rapat Minggu, membeberkan langkah konkret jaga produksi dan stok pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menggelar rapat darurat pada hari Minggu untuk membahas antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan nasional. Rapat ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika internasional.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman. Produksi bulanan beras tercatat antara 2,6 hingga 5,7 juta ton, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Total stok beras nasional mencapai 27,99 juta ton, termasuk stok Bulog 3,76 juta ton, stok masyarakat 12,5 juta ton, dan standing crop 11,73 juta ton.

“Dengan total stok beras nasional cukup untuk 324 hari atau 10,8 bulan, masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton. Pasokan domestik sangat kuat,” tegas Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Untuk menghadapi potensi kekeringan, pemerintah telah menyiapkan program pompanisasi yang pada tahun sebelumnya telah menjangkau 1,2 juta hektare dan tahun ini akan ditambah 1 juta hektare lagi. Selain itu, tersedia irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal. Tahun lalu 1,2 juta hektare, dan tahun ini ditambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” lanjut Mentan Amran.

Selain beras, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga surplus, sementara ketersediaan pupuk cukup dengan harga turun 20 persen, menjadi motivasi tambahan bagi petani untuk menanam lebih banyak.

Mentan Amran menambahkan, stok beras pemerintah diperkirakan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. Dengan langkah antisipasi yang matang, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi tantangan kekeringan dan ketegangan geopolitik.

Reporter : NATTASYA
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018