
Pelepasan mudik bareng gratis Perum Bulog, Selasa (17/3)
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Mudik menjadi bagian tradisi Umat Islam saat merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan. Untuk membantu masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman, Perum Bulog melepas 15 armada bus atau sekitar 709 pemudik.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, mudik bareng ini menjadi salah satu program bersama BUMN, termasuk Bulog untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat untuk bisa merayakan Lebaran di kampung halaman.
“Jadi intinya negara ingin berbakti kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan pulang mudik bareng ke kampung masing-masing,” katanya saat melepas Mudik Bareng di halaman parkir Perum Bulog, Selasa (17/3).
Mudik Gratis BUMN Tahun 2026 kali ini Perum Bulog memberangkatkan sebanyak 709 pemudik dari target 750 pemudik. Mereka menggunakan 15 unit bus menuju 15 kota tujuan yakni, Semarang, Purwokerto, Wonosari, Purwodadi, Cilacap, Yogyakarta, Klaten, Wonosobo, Purwantoro, Ponorogo, Pacitan, Ngawi dan Malang. Sedangkan untuk luar Jawa yakni Metro Lampung dan Palembang.
Program yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” dirancang untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik yang aman dan nyaman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Seluruh peserta mudik merupakan masyarakat umum yang telah melalui proses pendaftaran sebelumnya.
“Kegiatan program mudik bersama ini menindaklanjuti program yang dibuat Kementerian BUMN. Jadi mudik aman berbagi harapan ini sesuai dengan program yang dibuat BUMN yang tadi pagi yang dilaksanakan di GBK,” kata Rizal.
Selain menyediakan transportasi, BULOG juga memberikan berbagai perlengkapan perjalanan kepada para pemudik berupa kaos dan topi mudik, goodiebag, payung, travel kit, obat-obatan perjalanan, serta konsumsi berupa makanan ringan dan minuman berbuka puasa.
Program Mudik Bareng BUMN ini dilaksanakan oleh 96 BUMN dengan total pemudik sekitar 116 ribu orang dengan rute 200 kota/kabupaten seluruh Indonesia. Karena itu, Rizal berharap program ini bisa terus berlangsung sepanjang tahun.
Jadi, kata Rizal, maksud dan tujuan dari kegiatan mudik bersama ini tidak lain sebagai perwujudan negara untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jadi negara hadir untuk masyarakat.
“Dengan negara hadir untuk masyarakat dalam program mudik bersama ini mudah-mudahan memberikan keringanan kepada saudara-saudara kita dan meringankan beban mereka, serta memberikan ruang kepada masyarakat supaya bisa sampai di kampung halamannya tepat waktu dan aman,” tuturnya.
Rizal mengungkapkan, dalam program mudik bareng gratis ini, Perum Bulog telah membuka pendaftaran di website. “Dalam waktu 2 jam setelah dibuka, langsung 700 orang mendaftar. Alhamdulillah responnya luar biasa. Kalau tidak kami batasi, mungkin ribuan orang akan mendaftar, tapi kami hanya dapat slot sekitar 700 orang,” ungkapnya.
Peserta mudik bareng ini menurut Rizal sangat beragam, baik internal dari Bulog sendiri maupun di luar Bulog. Ada yang dari kalangan guru, mahasiswa dan kalangan buruh gudang Bulog. “Di setiap kendaraan ada staf kami yang langsung mengawal,” tambahnya.