
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat bertemu BEM se Indonesia, di Jakarta, Rabu (6/5)
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman membuka diri untuk menerima kritik dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Namun ia mengingatkan, kritik tersebut harus yang konstruktif dan bukan fitnah.
Saat diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia di kediaman Kalibata 10, Rabu (6/5), Amran menilai, mahasiswa memiliki peran penting untuk mengawasi berbagai program pemerintah. Kritik dari berbagai pihak termasuk mahasiswa dibutuhkan, asal kritik tersebut bersifat membangun dengan berbasis informasi dan data yang aktual.
“Saya salut, mahasiswa yang hadir pada hari ini, cukup kritis tapi konstruktif, bukan fitnah. Kritis tapi konstruktif. Ini sangat bagus, kita harus bangun. Kita komunikasi dengan mereka. Kita ini butuh pengkritik yang konstruktif untuk membangun negara yang kita cintai, karena ini adalah milik kita bersama ini,” tuturnya.
Jika ada yang keliru, Amran berharap pemerintah bisa menyempurnakan. Karena itu dalam mengeritik, ia meminta agar menggunakan data, bukan sekadar opini. Saat ini, pemerintah pun membuka diri untuk menunjukan program pemerintah apa adanya dan bukan pencitraan.
“Saya sampaikan kepada seluruh anak bangsa, termasuk mahasiswa, kita buka apa adanya. Tidak usah kita tutup-tutupi. Bahkan ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian, ada sudah 76 tersangka. Kemudian kebijakan-kebijakan pro rakyat kita sampaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, mahasiswa merupakan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Karena itu, pemerintah juga harus bergandengtangan dengan generasi muda.
“Kita serahkan tongkat estafet nanti ini dengan baik pada mereka (mahasiswa,red). Jangan kita ego hidup. Siapa yang mau lanjutkan kalau bukan mahasiswa?” tegasnya. Sebagai calaon pemimpin masa depan, Amran mengatakan, mahasiswa harus mendapat pemahaman hal-hal yang positif.
Karena itu Amran menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas generasi sejak dini. Pembangunan diakui, tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan generasi muda.
“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ungkapnya.
Ia juga mendorong anak muda untuk menguatkan nasionalisme dan menjadi penerus dari program pembangunan pertanian. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk melanjutkan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.
Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Amran menjelaskan, dirinya membahas cukup banyak hal terkait program pemerintah, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan hilirisasi pertanian yang menjadi ruang besar yang kelak dikelola generasi muda.
“Kami menyampaikan gagasan-gagasan Bapak Presiden dan capaian-capaiannya khususnya sektor pertanian,” ujarnya.