Friday, 15 May 2026


Mentan Amran Ajak Mahasiswa Ambil Alih Masa Depan Pertanian RI, Ini Pesan Tegasnya

06 May 2026, 17:13 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran mengajak mahasiswa ambil peran besar di sektor pertanian dan jadi penerus masa depan, serukan kolaborasi serta kritik konstruktif.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Mentan Amran mengajak mahasiswa ambil peran besar di sektor pertanian dan jadi penerus masa depan, serukan kolaborasi serta kritik konstruktif.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengambil peran dalam menentukan arah masa depan sektor pertanian nasional. 

Hal itu disampaikannya dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Amran menegaskan bahwa generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini.

“Karena ini nanti memimpin menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” kata Amran.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara sendiri oleh pemerintah. 

Menurutnya, kolaborasi dengan mahasiswa menjadi kunci untuk memperkuat program pembangunan, khususnya di sektor pertanian.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ujarnya.

Selain itu, Amran juga mendorong mahasiswa untuk memiliki rasa percaya diri dan semangat dalam meraih cita-cita. 

Ia menilai generasi muda harus siap melanjutkan perjuangan bangsa, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.

Amran juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawasi jalannya program pemerintah. 

Ia membuka ruang kritik, selama disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.

“Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan. Kami ingin menyampaikan fakta data. Negara butuh kritik konstruktif. Dulu aku janji 4 tahun swasembada, berubah 1 tahun, dan tahun ini kita sudah swasembada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Amran turut menyoroti pentingnya program hilirisasi pertanian sebagai fondasi masa depan. 

Ia menyebut potensi besar sektor ini, termasuk komoditas sawit, yang akan menjadi peluang bagi generasi muda.

“Ini sawit untuk generasi muda nanti. 3 juta kita sewa, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih 1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka nanti,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa masa depan pembangunan nasional berada di tangan mahasiswa saat ini.

“Siapa yang mau lanjutkan, kalau bukan mahasiswa,” tutupnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018