Tuesday, 18 August 2026


Pelayanan Publik Terus Dibenahi, BRMP Tanaman Pangan Catat Tren Positif Kepuasan Masyarakat

16 Jul 2026, 07:05 WIBEditor : Gesha

BRMP Tanaman Pangan mencatat tren positif kepuasan masyarakat pada Semester I 2026. Nilai SKM meningkat menjadi 94,57 dengan predikat A (Sangat Baik).

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – BRMP Tanaman Pangan mencatat tren positif kepuasan masyarakat pada Semester I 2026. Nilai SKM meningkat menjadi 94,57 dengan predikat A (Sangat Baik).

Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Upaya perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan membuahkan hasil positif dengan meningkatnya nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sepanjang Semester I Tahun 2026. 

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin baik, sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung modernisasi sektor pertanian tanaman pangan.

Komitmen tersebut dipaparkan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Kinerja Pelayanan Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (15/7/2026), secara luring di Aula Jagung BRMP Tanaman Pangan dan daring melalui Zoom. 

Forum ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan setiap penyelenggara layanan melakukan evaluasi serta membuka ruang dialog dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Kegiatan dihadiri sekitar 140 peserta, baik secara langsung maupun virtual.

Hadir pula perwakilan Kementerian Pertanian, Biro Organisasi dan SDM Aparatur, akademisi, organisasi profesi, mitra kerja, pengguna layanan, media massa, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Kelompok Kerja Kerja Sama dan Penyebarluasan Hasil BRMP Tanaman Pangan, Nuning Argo Subekti, mengatakan Forum Konsultasi Publik menjadi sarana bagi BRMP Tanaman Pangan untuk menyampaikan hasil evaluasi pelayanan sekaligus memperoleh masukan langsung dari masyarakat.

"Forum konsultasi publik merupakan bentuk pemenuhan kewajiban kami sebagai badan publik untuk menyampaikan hasil kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang telah kami berikan.

Melalui forum ini kami ingin mendapatkan kritik, saran, dan masukan agar kualitas pelayanan terus meningkat," ujar Nuning.

Ia menjelaskan, BRMP Tanaman Pangan merupakan satuan kerja yang telah mengalami dinamika kelembagaan cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. 

Berawal sebagai institusi riset, kemudian menjadi pengampu standardisasi dan penilaian kesesuaian, hingga kini mengemban mandat sebagai pusat perakitan dan modernisasi pertanian subsektor tanaman pangan.

Menurutnya, perubahan kelembagaan tersebut diikuti dengan penguatan pelayanan publik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Selain memaparkan hasil evaluasi pelayanan, forum juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan perubahan status Loka Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi menjadi Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi. 

Peningkatan status tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, memperluas layanan, serta mendukung pengembangan inovasi komoditas aneka umbi sebagai bagian dari diversifikasi pangan nasional.

Dalam paparannya, BRMP Tanaman Pangan menyampaikan bahwa hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2025 menunjukkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 91,87 dengan mutu pelayanan A (Sangat Baik).

Survei tersebut melibatkan 122 responden yang terdiri atas pengguna layanan informasi dan konsultasi inovasi teknologi tanaman pangan serta layanan perpustakaan. 

Mayoritas responden berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), disusul mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, dan sektor swasta.

Hasil survei menunjukkan unsur biaya atau tarif memperoleh nilai sempurna, yakni 100 persen, karena seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya. 

Unsur penanganan pengaduan, saran, dan masukan juga memperoleh nilai tinggi sebesar 96,52 persen, mencerminkan mekanisme penanganan keluhan yang berjalan efektif.

Di sisi lain, BRMP Tanaman Pangan mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, yakni produk spesifikasi jenis pelayanan, persyaratan pelayanan, serta sistem, mekanisme, dan prosedur pelayanan.

Perbaikan terhadap berbagai aspek tersebut mulai menunjukkan hasil pada Semester I Tahun 2026.

Pada Triwulan I 2026, nilai SKM meningkat menjadi 93,02 dengan mutu pelayanan tetap berada pada kategori A (Sangat Baik). 

Nilai tertinggi masih diraih unsur biaya atau tarif dan penanganan pengaduan yang sama-sama memperoleh nilai 100 persen.

Sementara itu, sistem dan prosedur pelayanan, produk layanan, serta sarana dan prasarana masih menjadi fokus utama perbaikan.

Memasuki Triwulan II Tahun 2026, berbagai langkah pembenahan yang dilakukan mulai memberikan dampak nyata. 

Nilai SKM kembali meningkat menjadi 94,57, atau naik 1,55 poin dibandingkan Triwulan I.

Peningkatan tersebut menunjukkan hampir seluruh unsur pelayanan mengalami perbaikan. 

Unsur perilaku pelaksana menjadi yang tertinggi dengan nilai 96,11 persen, disusul kompetensi pelaksana dan persyaratan pelayanan masing-masing 95 persen, penanganan pengaduan 95 persen, sistem dan prosedur 94,44 persen, serta sarana dan prasarana 94,17 persen.

Secara keseluruhan, mayoritas unsur pelayanan telah memperoleh nilai di atas 93 persen.

Dalam kesimpulan Semester I Tahun 2026, BRMP Tanaman Pangan menegaskan bahwa nilai SKM terus mengalami tren positif, dari 93,02 pada Triwulan I menjadi 94,57 pada Triwulan II, dengan mutu pelayanan tetap berada pada kategori A (Sangat Baik).

Hasil tersebut akan menjadi dasar penyusunan program peningkatan kualitas pelayanan pada Semester II Tahun 2026, terutama pada aspek yang masih membutuhkan penguatan seperti penyempurnaan prosedur pelayanan, peningkatan kualitas produk layanan, percepatan waktu pelayanan, serta penguatan sarana pendukung.

Kepala BRMP Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Happy Three Agustiwi, SE, M.Si menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda tahunan ataupun pemenuhan kewajiban administratif.

Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang komunikasi yang mempertemukan penyelenggara layanan dengan para pengguna layanan sehingga setiap masukan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Haris menyampaikan bahwa tantangan pembangunan pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan, semakin kompleks sehingga BRMP Tanaman Pangan dituntut menghadirkan pelayanan yang cepat, adaptif, inovatif, transparan, dan akuntabel.

Selama Semester I Tahun 2026, BRMP Tanaman Pangan terus meningkatkan kualitas berbagai layanan, mulai dari layanan kerja sama, penyebarluasan hasil perakitan dan modernisasi pertanian, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga layanan magang serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

"Kami berharap hasil survei kepuasan masyarakat tidak berhenti sebagai angka statistik semata, tetapi menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan berkelanjutan sehingga pelayanan yang kami berikan semakin sesuai dengan harapan masyarakat," demikian arahan Kepala BRMP Tanaman Pangan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Layanan Publik dan Evaluasi Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian, Dodi Murdianto Sumarna, mengatakan transformasi pelayanan publik di lingkungan Kementerian Pertanian kini diarahkan menuju pelayanan berbasis digital.

Menurut Dodi, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat saat ini telah menggunakan aplikasi nasional yang terintegrasi sehingga hasilnya dapat dipantau secara real time sebagai bahan evaluasi bagi seluruh unit kerja.

Ia menegaskan, pelayanan publik ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada rutinitas administratif, tetapi harus mampu mendukung program prioritas pemerintah, termasuk swasembada pangan dan hilirisasi pertanian yang menjadi fokus pembangunan nasional.

"Setiap unit kerja harus memastikan pelayanan publik memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian program strategis kementerian sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Dalam forum tersebut juga diperkenalkan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Umbi yang resmi naik status dari loka menjadi balai pada 2026. 

Penguatan kelembagaan ini diharapkan memperbesar kapasitas dalam menghasilkan inovasi, pengujian teknologi, penyediaan benih sumber, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Balai tersebut memiliki layanan utama berupa jasa pengujian dan penilaian kesesuaian, jasa perekayasaan dan perakitan teknologi pertanian tanaman aneka umbi, pendayagunaan hasil perakitan dan pengujian, serta penyediaan benih sumber. 

Selain itu tersedia pula layanan pendukung seperti agroedukasi, praktik kerja lapangan, dan pemanfaatan sarana-prasarana.

Melalui evaluasi berkala, penguatan kelembagaan, digitalisasi layanan, serta keterbukaan terhadap masukan masyarakat, BRMP Tanaman Pangan optimistis kualitas pelayanan publik akan terus meningkat. 

Peningkatan kepuasan masyarakat tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola pelayanan publik, tetapi juga mempercepat lahirnya inovasi dan modernisasi pertanian tanaman pangan yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018