Tuesday, 18 August 2026


BPPSDMP Tingkatkan Mutu Perpustakaan untuk Perkuat Kompetensi SDM Pertanian

29 Jul 2026, 10:16 WIBEditor : Gesha

BPPSDMP meningkatkan mutu perpustakaan melalui akreditasi guna memperkuat kompetensi SDM pertanian dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – BPPSDMP meningkatkan mutu perpustakaan melalui akreditasi guna memperkuat kompetensi SDM pertanian dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui peningkatan mutu perpustakaan di berbagai unit pelaksana teknis (UPT). 

Langkah ini dilakukan melalui program akreditasi perpustakaan yang dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi, memperluas akses informasi, dan meningkatkan kompetensi aparatur maupun pelaku pertanian.

Program akreditasi perpustakaan pada 2026 dilaksanakan di tiga UPT Kementerian Pertanian, yakni Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Balai Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak, serta BRMP Pengelolaan Hasil. 

Untuk BBPKH Cinagara, proses penilaian dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Selasa (28/7/2026).

Akreditasi merupakan penilaian resmi untuk memastikan sebuah perpustakaan telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. 

Penilaian mencakup enam aspek, yaitu koleksi buku dan referensi, sarana dan prasarana, kualitas pelayanan, tenaga perpustakaan, sistem penyelenggaraan, serta tata kelola.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional, Adin Bondar, mengatakan perpustakaan kini tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku.

Menurutnya, perpustakaan memiliki fungsi yang jauh lebih luas sebagai pusat belajar, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan masyarakat.

"Perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan pengetahuan yang pada akhirnya berkorelasi dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," ujar Adin.

Upaya memperkuat perpustakaan juga sejalan dengan kebutuhan pembangunan pertanian Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia dengan lebih dari 28 juta orang bekerja di sektor ini. 

Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting agar produktivitas pertanian terus meningkat di tengah tantangan perubahan iklim, kemajuan teknologi, dan kebutuhan pangan yang terus bertambah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern tidak cukup hanya mengandalkan alat dan teknologi. 

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi.

Karena itu, penguatan budaya literasi menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan perpustakaan memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi aparatur pertanian, penyuluh, tenaga teknis, hingga peserta pelatihan.

"Melalui akreditasi perpustakaan, peningkatan mutu layanan informasi dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan Kementerian Pertanian diharapkan dapat terus diperkuat sehingga mendukung proses pembelajaran, pengembangan kompetensi, serta lahirnya SDM pertanian unggul menuju swasembada pangan berkelanjutan," kata Arsanti.

Menurutnya, perpustakaan modern tidak hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga menjadi tempat bertukar informasi, mempelajari inovasi terbaru, hingga mempercepat penyebaran teknologi kepada masyarakat pertanian.

Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty menjelaskan perpustakaan di BBPKH Cinagara memiliki koleksi khusus mengenai kesehatan hewan dan peternakan yang digunakan untuk mendukung pelatihan serta peningkatan kompetensi peserta.

Selain menyediakan referensi ilmiah, BBPKH Cinagara juga memiliki sarana praktik seperti kandang ternak dan unit pengolahan hasil peternakan sehingga peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lapangan.

Melalui akreditasi tersebut, BPPSDMP berharap kualitas perpustakaan di lingkungan Kementerian Pertanian semakin meningkat sehingga mampu menjadi pusat informasi, inovasi, dan pembelajaran yang mendukung lahirnya SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap memperkuat ketahanan pangan nasional.

Reporter : Nattasya
Sumber : BPPSDMP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018