Thursday, 22 October 2026


Mentan Amran Bicara di Musda MUI Sulsel: Indonesia Harus Mandiri Pangan, Energi dan Protein

26 Aug 2026, 07:33 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel menegaskan Indonesia harus mandiri pangan, energi, dan protein sebagai fondasi menuju negara kuat dan berdaulat pada 2045.

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar – Mentan Amran di Musda MUI Sulsel menegaskan Indonesia harus mandiri pangan, energi, dan protein sebagai fondasi menuju negara kuat dan berdaulat pada 2045.

Pesan tersebut disampaikan Amran saat menjadi keynote speaker dalam Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Dalam forum yang mengangkat tema “Meneguhkan Peran Utama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” itu, Amran mengajak para ulama ikut mengawal transformasi Indonesia.

Menurut Amran, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menunjukkan bahwa target besar bangsa bukan sekadar mimpi. Capaian tersebut, kata dia, lahir dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta kolaborasi berbagai pihak.

“Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras,” kata Amran dalam keterangannya.

Ia mengatakan pemerintah telah berkeliling ke berbagai daerah untuk mendengar kebutuhan petani sekaligus membenahi persoalan yang terjadi di lapangan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mencapai swasembada,” ujarnya.

Amran menilai swasembada pangan menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara kuat pada 2045.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar. Potensi tersebut harus dikelola melalui penguatan produksi, hilirisasi, hingga pengembangan energi berbasis sumber daya dalam negeri.

“Dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar, yaitu air, pangan, dan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar,” kata Amran.

Ia kemudian mengungkapkan target besar pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi negara superpower pada 2045.

“Mimpi kita adalah menjadi negara superpower pada 2045. Caranya, setiap pulau harus mandiri pangan, mandiri energi, dan mandiri protein,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi salah satu pesan utama Amran di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan peserta Musda MUI Sulsel.

Selain pangan, Amran menyoroti potensi besar sektor perkebunan, khususnya kelapa dan sawit.

Ia mengatakan hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.

Dengan pengolahan di dalam negeri, nilai tambah komoditas dapat meningkat sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Indonesia, menurut Amran, memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi dunia jika mampu mengoptimalkan sumber daya alam dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Namun, perjalanan menuju target tersebut bukan tanpa tantangan.

Pemerintah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ancaman krisis global hingga praktik yang dinilai merugikan petani dan negara.

Amran pun menegaskan pemerintah akan terus mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang menghambat upaya menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pilihan kami hanya dua, berhenti atau menegakkan kebenaran. Selama napas masih dipinjamkan Allah, kami akan terus menegakkan kebenaran dan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga meminta dukungan para ulama untuk mengawal agenda transformasi nasional.

Ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk mewujudkan perubahan besar.

Dukungan masyarakat, termasuk ulama, diperlukan agar agenda pembangunan dapat berjalan secara bersama-sama.

“Kami mohon doa dan dukungan dari para ulama. Transformasi besar tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” ujar Amran.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin mandiri, kuat, dan disegani di dunia.

“Kalau kita bersatu dan bekerja keras, Insya Allah Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan disegani dunia,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP MUI Buya Arif Fahrudin menyatakan MUI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai agenda pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, MUI merupakan rumah besar umat yang memiliki peran penting dalam mempersatukan berbagai kekuatan bangsa.

“Tantangan ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan ukhuwah, kepedulian, dan kerja bersama untuk memperbaiki kondisi umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Buya Arif.

Musda MUI Sulsel pun menjadi momentum bagi pemerintah dan ulama untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam mengawal agenda kemandirian pangan, energi, dan protein menuju Indonesia 2045.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018