
Innofood Strategic Gathering dan Focus Group Discussion (FGD) Pangan yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.
TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong penguatan inovasi dan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Upaya tersebut menjadi fokus dalam Innofood Strategic Gathering dan Focus Group Discussion (FGD) Pangan yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Innovation for Food Security and Sustainable Expo & Forum (INNOFOOD) 2026 yang akan berlangsung pada 11–14 November 2026 di Hall 03-A NICE PIK-2, Tangerang, Banten.
Ketua Harian III Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana INNOFOOD Expo & Forum 2026, Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., mengatakan, INNOFOOD menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung agenda swasembada pangan pemerintah.
Menurut dia, sektor pertanian memiliki peran penting bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional.
“Innofood adalah suatu event yang strategis, karena salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo adalah swasembada pangan, sektor pertanian,” kata Syakir.

Ia menilai keberhasilan pembangunan pertanian perlu memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan hingga memperkecil kesenjangan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.
Karena itu, menurut Syakir, upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan harus didukung oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
“Untuk mewujudkannya berbasis scientific dan teknologi,” ujarnya.
Dalam FGD tersebut, HKTI bersama para pemangku kepentingan membahas rancangan program prioritas Kementerian Pertanian 2026 untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Sejumlah agenda yang dipresentasikan meliputi penyediaan air untuk pertanian, pencetakan sawah baru dan optimasi lahan, peningkatan produksi padi, jagung, serta komoditas strategis lainnya. Program tersebut juga mencakup penyiapan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, penguatan penyuluhan, regenerasi petani, dan hilirisasi pertanian.
Pembahasan ini diharapkan menjadi ruang untuk menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha dan perkembangan inovasi di sektor pertanian.
FGD menghadirkan narasumber dari sejumlah unit kerja Kementerian Pertanian, yakni Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian II DPN HKTI Ir. Mulyono Machmur, M.S., Wakil Ketua Umum DPN HKTI R.S. Suroyo, Jr., S.P., M.Si., serta jajaran pengurus HKTI, pejabat BUMN, dan pengusaha di bidang pertanian.
INNOFOOD 2026 dirancang menjadi ajang yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kolaborasi dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Pameran ini akan menghadirkan sejumlah klaster, meliputi Agricultural Technology, Horticulture, Plantation, Livestock, Food Crops, Fisheries, dan Food Security.
Sebanyak 50 hingga 100 perusahaan ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai bidang, antara lain alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, pestisida, peternakan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pertanian. Pemerintah dan asosiasi juga menjadi bagian dari ekosistem yang akan terlibat.
Selain pameran, INNOFOOD 2026 akan diisi dengan berbagai agenda, mulai dari opening ceremony, forum dan konferensi, workshop, hiburan, pemberian penghargaan, hingga closing ceremony.
Kegiatan ini juga akan melibatkan keluarga besar HKTI dari seluruh Indonesia, lembaga pendidikan pertanian, dan petani milenial. Salah satu agenda yang direncanakan adalah pelantikan pengurus DPD dan DPC HKTI se-Indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, INNOFOOD 2026 diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan kebutuhan nyata sektor pertanian. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar capaian swasembada pangan dapat dipertahankan sekaligus menjadi landasan bagi penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.