Sabtu, 15 Desember 2018


Eksportir : Berkat Dukungan Kementan, Proses Ekspor Lebih Cepat

08 Okt 2018, 17:12 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melihat langsung kualitas bawang merah yang akan diekspor dari Surabaya. Dengan adanya kemudahan dari perijinan, eksportir semakin semangat garap ekspor | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Kementerian Pertanian (Kementan) kini mengubah perijinan untuk ekspor melalui sistem online satu pintu (single submission). Langkah tersebut ternyata sudah bisa dirasakan betul manfaatnya oleh eksportir.

“Perusahaan kami baru 2018 ini pertama kali ekspor mangga. Ini berkat dukungan Kementerian Pertanian, sehingga pengurusan ekspor tidak ada hambatan dan proses ekspor cepat," ungkap salah satu eksportir mangga, Berry Gaswara.

Dirinya mengekspor buah mangga dengan rata-rata 5 ton/minggu dari 100 ton/tahun untuk tujuan Malaysia dan Singapura.

Begitupula dengan eksportir benih sayuran, Yulius Dwi Putra yang menyebutkan setiap tahun perusahaannya mengekspor benih kangkung varietas KK ASA 04 sebanyak 800 ton per tahun ke China, Vietnam dan Malaysia.

Perusahaannya bekerja sama dengan petani penangkar benih binaan berjumlah 1.000 petani di wilayah Lamongan untuk memasok packing house di Jombang.

“Perusahaan kami mulai melakukan ekspor benih sejak 2015 dan tidak melakukan penjualan secara lokal. Potensi lahan untuk produksi benih 800 sampai 1.000 ha dengan produksi benih kurang lebih 1.000 ton/tahun. Selain benih kangkung, kami juga mengembangkan produksi benih bayam, okra, mentimun dan cabai,” sebutnya.

Senada dengan Yulius, eksportir bawang merah Herry Phio mengatakan perusahaanya mengekspor 26 ton bawang merah asal varietas Super Philip dari Probolinggo dengan tujuan Philipina.

Perusahaannya mulai melakukan ekspor sejak 2016 dengan tujuan Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina. “Kontrak ekspor bawang merah sebanyak 6 ribu ton/tahun. Selama 2018, perusahaan kami sudah mengekspor 800 ton ke Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.  

Mereka sepakat mengatakan bahwa dengan adanya kemudahan perijinan yang dilakukan Kementan membuatnya lebih bersemangat dalam mengekspor komoditas pertanian, salah satunya melalui online single submission.

"Dulunya mengurus izin bisa 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun. Tapi hari ini bisa 1 jam. Negara kita atau pertumbuhanan ekonomi bisa bangkit karena 2 hal, yaitu ekspor dan investasi. Maka kedua hal ini akan terus didorong,” ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat melepas ekspor komoditas hortikultura di Surabaya, Senin (8/10).

Baca juga : Hore,,Ribuan Ton Hortikultura Terbang Lagi ke Luar Negeri

Amran menyatakan hal ini menunjukkan upaya pemerintah mendorong petani dan pelaku usaha membuahkan hasil positif, yakni ekspor terus naik.

Dan hal tersebut terbukti dengan catatan ekspor pertanian pada tahun 2017 yang telah mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar Rp 214 triliun.

Amran optimis volume ekspor beberapa komoditas yang sudah tembus pasar ekspor seperti mangga, manggis, salak, nenas, benih, sayuran, bawang merah, tanaman hias, telur, ayam, kambing, jagung akan terus meningkat.

Karena itu, Amran meminta pihaknya untuk menambah kawasan pengembangan pertanian dan pendampingan yang intensif dari aspek hulu sampai hilir, sehingga petani mampu menghasilkan produk pangan berkualitas ekspor. (tia)

 

 

 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018