Selasa, 23 April 2019


Ngerusak Terumbu Karang Sih ! Dua Kapal Dituntut Ganti Rugi Rp 35 M

19 Mar 2019, 09:43 WIBEditor : Gesha

Kapal yang kandas dan merusak terumbu karamg di perairan Belitung Timur kini kena ganjaran untuk mengganti rugi | Sumber Foto:HUMAS PSDKP KKP

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman mengatakan, kesepakatan penyelesaian sengketa lingkungan hidup tersebut dicapai antara Pemerintah Indonesia (KKP dan KLHK) dan perwakilan pemilik kapal MV. Lyric Poet dan MT. Alex.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kedua pemilik kapal yang ditengarai merusak ekosistem terumbu di Belitung Timur akhirnya diwajibkan membayar ganti rugi ke pemerintah sebesar Rp 35 miliar. 

Kedua kapal naas  tersebut adalah MT. ALEX dan MV. Lyric Poet yang masing-masing diwajibkan membayar ganti rugi sebesar USD1.346.689,41 setara Rp19.122.983.800 dan sebesar USD1.180.984,08 setara Rp.16.769.972.800 

MV. Lyric Poet merupakan kapal pengangkut barang dengan panjang 229 m dan lebar 32,25 m berbendera Bahama. Kapal tersebut kandas di perairan Bangka Belitung Laut Natuna (± 80 mil laut dari Kota Pangkal Pinang) pada 24 Maret 2017.   

Sementara, MT. Alex (crude oil tanker) dengan panjang 333 m dan lebar 60,04 m berbendera Belgia, pada tanggal 12 April 2017 kandas di perairan Manggar Belitung Timur (± 65 mil laut dari kota Manggar ke Selat Karimata).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman mengatakan, kesepakatan penyelesaian sengketa lingkungan hidup tersebut dicapai antara Pemerintah Indonesia (KKP dan KLHK) dan perwakilan pemilik kapal MV. Lyric Poet dan MT. Alex.

"Kami dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK)  telah berhasil mendorong pembayaran kerugian sebesar Rp 35 miliar atas kerusakan ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Bangka Belitung yang diakibatkan oleh kapal kandas melalui mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan," jelas Agus, di Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Agus, penanganan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal PSDKP pada awal April 2017 atas kandasnya dua kapal di perairan Bangka Belitung.  Ditjen PSDKP mengambil langkah dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK-KLHK dan perwakilan perusahaan.

Kemudian  ditindaklanjuti dengan survei bersama untuk mengetahui luasan dan dampak kerusakan terumbu karang serta perhitungan kerugian. 

"Kami melakukan upaya investigasi dan negosiasi dengan pemilik untuk penyelesaian kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang di kedua lokasi kapal kandas," ujarnya.

Agus mengatakan, tuntutan pembayaran kerugian kepada pemilik kapal meliputi kerugian berdasarkan perhitungan nilai ekologi,  ekonomi atau kerugian masyarakat.

Tuntutan pembayaran kerugian juga didasarkan pada besarnya restorasi atau pemulihan lingkungan atas kerusakan ekosistem terumbu karang.

Tuntutan yang dilayangkan kepada pemilik kedua kapal tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

"Untuk itu, KKP menindaklanjuti kejadian kandasnya kedua kapal dimaksud berkoordinasi dan bekerja sama dengan KLHK dan instansi terkait lainnya," ungkap Agus Suherman.

Selanjutnya tim KKP dan KLHK melaksanakan joint survei bersama perwakilan dari kedua kapal. Alhasil, dalam survei itu ditemukan kerusakan terumbu karang di lokasi kejadian seluas 8.416 meter persegi akibat kandasnya MV. Lyric Poet  dan 10.177 meter lersegu akibat dari kandasnya kapal MT. Alex.

"Pada14 Februari 2019 disepakati besaran nilai  kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua perusahaan segera melakukan pembayaran melalui rekening KLHK dan selanjutnya akan disetor ke kas negara," papar Agus. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018