Thursday, 05 November 2026


Datang ke Subang, Menteri Amran Diarak Naik Sisingaan

28 Mar 2019, 00:51 WIBEditor : Gesha

Menteri Amran beserta rombongan diarak dengan Sisingaan

Selain itu, Sisingaan juga dikenal sebagai lambang perlawanan rakyat Subang terhadap kesewenangan Belanda yang di gambarkan sebagai sosok singa pada lambang VOC, Hal ini bertujuan sebagai edukasi pembelajaran sejarah yang menyenangkan bagi para pelaj

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Selama dua minggu terakhir, Menteri Pertanian Amran Sulaiman terus estafet melakukan sosialisasi program Kementerian Pertanian tahun 2019 di Provinsi Jawa Barat. Dan pada Rabu (27/3) Menteri Amran datang ke Bumi Jawara, Subang.

Namun ada hal unik dan berbeda ketika Menteri Amran, Bupati Subang dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Momon Rusmono memasuki Alun-alun Kabupaten Subang. Menteri Amran dan rombongan disambut dengan tarian adat Sunda, termasuk Sisingaan.

Menteri Amran kemudian diminta untuk menaiki Sisingaan dan diarak memasuki lokasi acara. Pengalaman unik ini membuat Amran senang dan menikmatinya dengan menari diatas Sisingaan.

Sisingaan merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat khas Subang yang menggunakan media tandu sebagai sarana kreasi. Kesenian ini diilhami dari cerita serial Reog di Jawa Timur, yang menceritakan suka cita perjalanan para pengawal raja Singa Barong dari kerajaan Lodaya saat menuju kerajaan Daha. Meskipun sang raja terkenal bengis dan angkuh, tetapi para pengawal selalu setia memikul tandu yang ditiduri oleh Raja Singa Barong.

Selain itu, Sisingaan juga dikenal sebagai lambang perlawanan rakyat Subang terhadap kesewenangan Belanda yang di gambarkan sebagai sosok singa pada lambang VOC, Hal ini bertujuan sebagai edukasi pembelajaran sejarah yang menyenangkan bagi para pelajar.

Bermain sisingaan harus membutuhan 4 orang untuk mengangkat sisingaan tersebut terus di iringin dengan musik lalu mulai ikuti pergerakan sisingaan dengan hanya menggoyang kaki dan badan, lalu bergoyang sambil berjalan menuju panggung.

Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan tetabuhan musik yang dinamis. Lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung sisingaan, lewat gerak antara lain: pasang/kuda-kuda, bangkaret, masang/ancang-ancang, gugulingan, sepakan dua, langkah mundur, kael, mincid, ewag, jeblag, putar taktak, gendong singa, nanggeuy singa, angkat jungjung, ngolecer, lambang, pasagi tilu, melak cau, nincak rancatan, dan kakapalan.

Sebagai seni helaran, sisingaan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Tardug.

Saat ini kesenian Sisingaan sudah sangat dikenal tidak hanya di daerah Subang saja. Di daerah sekitar kabupaten Subang pun bermunculan grup – grup seni Sisingaan. Penyebutan nama kesenian ini kadang berbeda di setiap daerah, ada yang menyebutnya odong-odong, citot, kuda depok, kuda ungkleuk, kukudaan, kuda singa atau singa depok.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018