Rabu, 24 Juli 2019


Dalam 4,5 Tahun, Kementan Kucurkan Bantuan Produktif ke Sulsel Rp 15,7 Triliun

12 Apr 2019, 17:20 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Amran melihat langsung bantuan yang diberikan pada Kabupaten Takalar | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

bantuan yang diberikan ke petani saat ini terbanyak sepanjang sejarah. Khusus bantuan alat mesin pertanian, dari tahun 2015 hingga 2018 untuk Provinsi Sulsel sebanyak 25.410 unit, nilainya Rp 920,6 miliar.

TABLOIDSINARTANI.COM, Takalar Kurun 4,5 tahun, pemerintah telah mengucurkan bantuan produktif kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar Rp 15,7 triliun.

Bantuan tersebut telah dikucurkan di Kabupaten Takalar Rp 375,3 miliar, Gowa Rp 780,2 miliar, Jeneponto Rp 455,7 miliar, Bantaeng Rp 249,8 miliar, Bulukumba Rp 509,3 miliar, Sinjai Rp 335,8 miliar dan Selayar Rp 440,3 miliar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, karena sebagai tuan rumah, KabupatenTakalar hari ini mendapat bantuan produktif untuk pengembangan petani Rp 33 miliar.

"Bantuan tersebut berupa ayam 165 ribu ekor gratis kandang, vaksin dan pakan selama 6 bulan, bibit kelapa 5 ribu batang, kambing, sapi, benih sayuran, bibit mangga, benih padi, jagung dan alat mesin pertanian, " kata Andi Amran Sulaiman pada acara Pertemuan Apresiasi dan Singkronisasi Program Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2019 yang dihelat di Alun-Alun Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/4).

Menurut Amran, bantuan yang diberikan ke petani saat ini terbanyak sepanjang sejarah. Khusus bantuan alat mesin pertanian, dari tahun 2015 hingga 2018 untuk Provinsi Sulsel sebanyak 25.410 unit, nilainya Rp 920,6 miliar. "Di Takalar, bantuan alat mesin pertanian yang digelontorkan mencapai 1.986 unit, nilainya Rp 49 miliar," tuturnya.

Ia juga mengatakan, di awal pemerintahan Jokowi-JK telah dialokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan tiga bendungan di Jeneponto, Sidrap dan Luwu. Bantuan tersebut diharapkan bisa mendorong produksi dan produktivitas petani sehingga petani sejahtera.

Amran menegaskan pertanian Selawesi Selatan hingga saat ini semakin tumbuh dan petani mendapatkan harga yang tinggi. Hal tersebut bisa dilihat pada ekspor komoditas pertanian dari Sulsel saat ini sudah langsung ke China dan Eropa.

"Ekspornya tidak lagi transit di Lampung dan Surabaya. Bahkan , secara nasional, ekspor pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen, nilainya Rp 1.700 triliun, " ujarnya.

Menurut Amran, belum lama ini Kementan ekspor komoditas perkebunan dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar.Nah, ke depan volume ekspor terus di tingkatkan. Lantaran Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto dan Bantaeng merupakan lumbung Jagung, Kementan menargetkan untuk membangun pabrik pakan di daerah ini.

"Kami juga bangga kepada petani di daerah ini yang mengoptimalkan lahan tadah hujan hingga gunung untuk ditanami jagung, " ujarnya.

Banyaknya petani yang tanam jagung, kata Amran, karena berkat kebijakan yang tepat sehingga membuat petani semangat tanam jagung. "Mimpi besar kami karena di sini daerah jagung, kita bangun pabrik pakan. Perintah Bapak Presiden, harga jagung minimal Rp 3.150/kg, sehingga petani dipastikan sejahtera, " papar Amran.

Ia juga mengatakan, karena banyak petani tanam jagung, kita saat ini tak lagi impot jagung. " Dulu kita impor jagung 3,5 juta ton, nilainya Rp 10 triliun. Tapi hari kita sudah membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor. Kita sudah menyetop impor dari Amerika dan Argentina, " pungkas Amran.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018