Jumat, 21 Juni 2019


Jokowi : Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Agar Tak Jawa Sentris !

13 Apr 2019, 23:47 WIBEditor : Gesha

Jokowi menegaskan pentingnya pemerataan pertumbuhan ekonomi | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam debat kelima, Capres 01 Joko Widodo menuturkan visi misi pembangunan yang dicanangkannya untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi.

"Karena pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan adalah sebuah ketimpangan. Baik ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan menyebabkan ketidakadilan," kata Capres Jokowi saat menyampaikan visi misi dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sulran, Jakarta, Sabtu (13/4).

Karenanya, pembanguman infrastruktur tidak di Jawa saja atau Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Menurut Capres Jokowi, pembangunan infrastruktur itu diharapkan menghadirkan titik pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.

Baik itu kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, pariwisata, yang berefek pada barang-barang yang dihasilkan oleh desa.

Jokowi juga menegaskan terus memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia. Karena itu, sumber daya alam strategis yang sebelumnya dikelola asing, kini dikuasai negara.

Contohnya Blok Mahakam, Blok Rokan, dan tambang emas Freeport. "Kemandirian sangat penting sekali, karena dengan kemandirian ini, ekonomi yang adil dan kesejahteran masyatakat akan bisa dilakukan," katanya.

Ekonomi Makro

Dalam sesi debat, Capres Jokowi menanggapi pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto yang menyoroti masalah pembangunan infrastruktur deindustrialisasi, dan impor.

"Mengelola ekonomi makro itu berbeda dengan mengelola ekonomi mikro. Karena ekonomi makro itu agregat produksi dan sisi permintaan dan sisi supply itu harus dipengaruhi oleh dan dijaga oleh kebijakan-kebijakan pemerintah,” bebernya.

Mengelola ekonomi makro adalah mengelola agregat produksi sektor primer. Contohnya adalah di bidang pertambangan, pertanian, perkebunan kemudian sektor sekunder di bidang manufaktur.

“Saya kira tidak tidak semudah itu artinya memerlukan tahapan tahapan besar. Inilah yang sedang kita kerjakan infrastruktur yang kita bangun ini nanti akan terhubung dengan kawasan-kawasan industri akan terhubung dan kawasan-kawasanpariwisata, enggak mungkin langsung membalikkan tangan," tukasnya.

Tahapan besar pertama dalam pengelolaan ekonomi makro adalah pembangunan infrastruktur. Kemudian, tahapan kedua adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), disusul reformasi structural dan terakhir teknologi dan inovasi.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018