Senin, 19 Agustus 2019


Indonesia Suarakan Akses Inovasi Teknologi dalam Pertemuan G20

12 Mei 2019, 05:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Pertemuan Menteri Pertanian Negara Negara Maju G20 di Jepang | Sumber Foto:Istimewa

Dr Amran Sulaiman menyampaikan beberapa intervensi Indonesia dalam Plenary Session yang mengusung kepentingan Indonesia, antara lain pentingnya kesetaraan akses bagi petani kecil dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Niigata – Jepang. Delegasi Indonesia yang dipimpin Dr Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia hadir pada Pertemuan Tingkat Menteri pada Group 20 pada tahun 2019  di Prefektur Niigata, Jepang untuk memghasilkan Deklarasi Menteri Pertanian Negara-negara G20.

Dalam G20 Agriculture Minister Meeting (G20 AMM) Plenary Session, Dr Andi Amran Sulaiman bersama 16 menteri pertanian anggota G20, 4 menteri pertanian negara tamu undangan, dan 8 pimpinan organisasi internasional di bidang pertanian, seperti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund for Agricultural Development (IFAD), International Food Policy Research Institute (IFPRI), Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), World Bank, World Food Program (WFP), dan World Trade Organization (WTO).

Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang telah menjadi anggota G20, naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju. Karena itu kehadiran Ketua DELRI G20 AMM dalam ajang pertemuan bergengsi negara-negara maju ini sangat dinantikan banyak pihak.

Dr Amran Sulaiman menyampaikan beberapa intervensi Indonesia dalam Plenary Session yang mengusung kepentingan Indonesia, antara lain pentingnya kesetaraan akses bagi petani kecil dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi. Teknologi penting untuk mendorong kemajuan petani adalah penguatan digitalisasi. Hal ini akan membuka peluang baru pengembangan dan akses terhadap rantai nilai pangan pertanian yang merupakan modal dasar pembangunan sumberdaya manusia.

Dr Amran menegaskan pentingnya dukungan teknologi digital dalam menghubungkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga siap memasuki era industri 4.0 dipenetrasi menggunakan teknologi berbasis internet, sehingga produsen dan konsumen pangan akan terhubung dan memperoleh keuntungan dengan hubungan komunikasi langsung berbasis internet tersebut.

“Sumberdaya manusia pertanian merupakan modal pembangunan yang penting. Kewirausahaan petani muda di pedesaan harus didorong karena minat generasi muda terhadap sector pertanian saat ini menurun. Indonesia berpendapat bahwa pengetahuan dan keterampilan generasi muda pertanian perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan dan teknologi terutama pada petani skala kecil dan generasi muda.Generasi milenial demikian tertarik dengan internet dan teknologi informasi. Maka, kita dapat gunakan digitalisasi untuk menarik mereka kembali ke sector pertanian” urai Amran.

Dalam breakout session Dr Amran Sulaiman menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) bersamaan dengan tantangan kelaparan dan perubahan iklim yang dihadapi negara-negara di dunia.

“Indonesia telah memenetapkan Rencana Aksi Nasional yang berisi program-program 5 tahun ke depan terkait aktivitas pendukung pencapaian tujuan SDGs di tahun 2030 yang kami tuangkan di dalam Road Map” jelas Amran.
“Kami membuat program khusus yang modern, holistik dan inovatif dengan beberapa terobosan revolusioner. Karena itu pendapatan nasional kami naik 34,3%, investasi asing dalam bentuk Foreign Direct Investment meningkat dramatis hingga 110%, dan ekspor pertanian pun naik 29,7%, sehingga inflasi pangan turun 8%.

Di level rumah tangga, angka kematian bayi turun 1,9 persen balita dengan gisi buruk pun turun 3%. Dampak makro yang luar biasa kami alami adalah tingkat kemiskinan menjadi satu digit, 9,66%” tegas Amran mengungkapkan capaian pembangunan pertanian yang membanggakan.

Penurunan kasus gizi buruk merupakan dampak postif dari program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang mendukung penyediaan bahan pangan pertanian secara mandiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah tinggal. Nutrisi vitamin dan mineral yang diperlukan balita pada masa pertumbuhan dapat dipenuhi keluarga dengan mengkonsumsi sayur dan buah hasil panen di pekarangan sendiri. Program KRPL sejalan dengan UN Resolution on Family Farming yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat ketahanan pangan.

Karena paparan tersebut, State Secretary of Agro Industry Argentina, Luis Miguel Etchevehere menyatakan kekagumannya kepada Kementerian Pertanian dan Indonesia secara langdung kepada Dr Amran di tengah berlangsungnya exhibition tour yang dihadiri seluruh ketua delegasi. Beberapa negara anggota G20 dan organisasi internasional pun menyatakannya keinginannya untuk berdialog langsung dengan Dr Amran Sulaiman selama G20 AMM Niigata berlangsung.

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan  Jepang,Takamori Yoshikawa, Menteri Pertanian, Peternakan dan Pasokan Pangan Brazil, Dr Tereza Critina Correa, Menteri Lingkungan dan Suimberdaya Air Singapura, Masagos Zulkifli,  Menteri Pertanian dan Pembangunan Perdesaan China, Changfu Han, Ketua Delegasi India, Ramesh Chand, dan President ERIA, Hidetoshi Nishimura menemui dan berkenalan secara khusus dengan Dr Amran untuk mengagendakan pertemuan bilateral formal lebih lanjut di Jakarta secara khusus Menteri Pertanian. 

Reporter : KaBe
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018