Jumat, 06 Desember 2019


Tren Harga Beras Naik, 20 Pasar Diguyur OP

24 Sep 2019, 10:23 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso melepas OP beras | Sumber Foto:Julian

Dari hasil pantauan harga beras IR-64 III di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di tingkat grosir sebesar Rp 9.025/kg

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Harga beras di sejumlah pasar DKI Jakarta mulai merangkak naik menyusul musim kemarau yang berkepanjangan. Guna menahan laju tren kenaikan tersebut, Perum Bulog menggelar operasi pasar di 20 titik pasar DKI Jakarta.

“Operasi pasar dalam kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) ini kita lakukan selama tiga hari yakni dari 24-26 September,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso saat melepas 20 truk yang mengangkut bahan pangan, terutama beras ke 20 pasar di Ibukota DKI Jakarta, Selasa (24/9).

OP KPSH menurut Buwas, panggilan akrab mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini, untuk mengantisipasi gejolak harga beras. Dari hasil pantauan harga beras IR-64 III di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di tingkat grosir sebesar Rp 9.025/kg. Sedangkan  pantuan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga beras medium II di tingkat eceran sebesar Rp 11.550/kg.

Hasil pencatatan harga beras oleh BPS juga menunjukkan secara umum di tingkat konsumen mulai mengalami tren kenaikan, walaupun tidak signifikan. Namun memperhatikan pola pergerakan harga beras tahunan menunjukkan tren kenaikan harga beras sampai akhir tahun.

 “Ini yang harus kita antisipasi dari sekarang melalui kegiatan KPSH yang massive, sehingga kenaikan harga menuju akhir tahun dapat dikendalikan sejak dini,” kata Buwas. Jika harga beras terus beranjak naik, lanjut Buwas, tidak menutup kemungkinan OP beras akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Musim Panen Selesai

Buwas memperkirakan, kenaikan harga beras medium tersebut karena musim panen di beberapa sentra produksi sudah selesai. Namun demikian, bukan berarti sudah tidak ada stok beras di masyarakat. “Barang (beras,red) tetap ada di masyarakat dan pedagang. Jadi tren kenaikan beras ini bukan terkait karena kelangkaan, stok beras banyak,” ujarnya.

Kenaikan harga beras juga karena faktor harga gabah di pasaran yang naik. Jika sebelumnya harga gabah masih Rp 4.200-4.300/kg, maka kini sudah mencapai Rp 5.000/kg. "Kenaikan harga gabah itu yang mendorong naiknya harga beras. Ini yang harus kita jaga. Apalagi Bulog masih mempunyai stok beras yang dibeli dengan harga masih Rp 4.000-4.200/kg,” ujarnya.

Data Perum Bulog, realisasi KPSH per 23 September 2019 sebesar 333.401 ton, dengan rata-rata realisasi per hari 1.126 ton. Khusus DKI Jakarta, realisasi kegiatan KPSH per 23 September 2019 mencapai 42.026 ton, dengan rata-rata realisasi per hari 2.159 ton. Beras OP dijual dengan harga Rp 8.350/kg di tingkat pengecer dan Rp 8.600/kg di tingkat konsumen.

Dalam pelaksanaan KPSH, Bulog bekerjasama dengan distributor, mitra, sinergi BUMN, pedagang pengecer, outlet binaan Bulog, maupun secara langsung ke konsumen melalui Satgas Bulog. Bulog juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan POLRI untuk melakukan pengawasan dalam rangka menghindari penyimpangan di lapangan.

Ke-20 pasar lokasi OP yakni, Pasar Senen, Pasar Koja Baru, Pasar Jembatan Merah, Pasar Palmerah, Pasar Grogol, Pasar Lenteng Agung, Pasar Johar Baru, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Petojo Utara, Pasar Cempaka Putih, Pasar Gembrong, Pasar Induk Cipinang, Pasar Kramat Jati, Pasar Klender, Pasar Rawa Bebek, Pasar Minggu, Pasar Warakas, Pasar Tomang Barat, Pasar Palmeriam dan Pasar Tanah Abang.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018