Sabtu, 14 Desember 2019


Fantastis ! Ekspor Industri Terigu Nasional Hasilkan Rp 8,7 Triliun

28 Nov 2019, 17:59 WIBEditor : Gesha

Ekspor dari industri terigu nasional mendorong aneka produk olahan | Sumber Foto:tiara

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Nilai ekspor industri terigu nasional dan aneka produk turunan hingga September 2019 sudah mencapai Rp 8,7 triliun atau hampir Rp 9 triliun. Produk yang diekspor antara lain berupa tepung terigu, by product atau dedak gandum, dan aneka produk turunan seperti pasta, mie instan, biskuit, cake, pastry dan masih banyak lagi.

 "Berdasarkan data APTINDO, sampai September 2019 atau year to date (YTD), nilai ekspor seluruh produk pangan turunan berbasis tepung terigu secara nasional senilai Rp 8,7 triliun. Produk turunan yang diekspor tersebut dihasilkan oleh berbagai perusahaan industri berbasis tepung terigu," papar Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), Franciscus Welirang.

Pria yang akrab disapa Franky Welirang ini memaparkan, berdasarkan data APTINDO, nilai ekspor yang paling besar berasal dari aneka produk turunan berbahan dasar tepung terigu seperti pasta, biskuit, mie instan, cake, wafer, pastry dan lain-lain. Dengan negara tujuan ekspor antara lain Singapura, Myanmar, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Thailand, Cina dan lain-lain. 

Dari data APTINDO tersebut, kontribusi ekspor terbesar kedua adalah by product atau dedak gandum, yang sampai September 2019 ini sudah mencapai 267.848 ton dengan nilai nominal 50,81 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 711 Miliar. Produk akhir dari dedak gandum ini antara lain berupa pellet, pollar, dan bran, yang merupakan pakan ternak.

Franky mencontohkan ekspor Wheat Bran Pellet oleh Bogasari ke Negara Filipina sampai November 2019 sudah mencapai 58 ribu ton atau senilai hampir Rp 158 milliar. Belum lagi ekspor Wheat Bran Pellet ke negara lain seperti Jepang, Vietnam, Korea, Thailand, Cina, Timur Tengah. "Jadi sampai bulan November 2019, diperkirakan total ekspor produk pakan ternak oleh Bogasari akan mencapai 273 ribu ton atau senilai hampir Rp 726 miliar," bebernya.

Khusus tepung terigu, volume ekspor nasional kini senilai Rp 207 miliar. "Dari total volume ekspor secara nasional tersebut, sampai September 2019 Bogasari berkontribusi sebesar 230.162 ton atau senilai Rp 763,6 milliar. Produk Bogasari yang dieskpor tersebut adalah tepung terigu, pasta dan by product," jelas Franky yang juga menjabat sebagai Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk divisi Bogasari Flour.

Franky menegaskan, meski industri terigu nasional menggunakan bahan baku impor berupa gandum tapi tetap berkomitmen untuk melakukan ekspor dalam berbagai produk. Bahkan untuk tahun 2019 ini, walaupun situasi ekonomi global kurang baik tapi volume ekspor cukup terjaga dan tidak menurun drastis.

Mendorong Industri Lain

Keberadaan sektor industri terigu nasional juga ikut mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, karena terigu adalah produk antara sehingga harus diolah agar menjadi makanan. Di sektor usaha pengolahan makanan berbasis terigu ini muncul pelaku usaha mulai dari level industri hingga UKM.

Kelebihan lain yang cukup penting, terigu tidak menjadi komoditas yang berdiri sendiri. Dalam proses pengolahan untuk menjadi makanan, terigu mendongkrak konsumsi komoditas pertanian nasional. Mulai dari sayuran, cabai, tomat, aneka bawang, kentang, dan masih banyak lagi.

"Bahkan di berbagai daerah, para UKM khususnya, semakin banyak variasi makanan berbasis terigu yang dicampur dengan komoditas pertanian setempat. Misalnya cake salak, mie naga, roti durian, kue lapis talas, bolu nanas, labu cake, bahkan kue kering yang yang kaya dengan aneka biji-bijian," papar Franky.

Terkait dengan hal itu, tentu perlu adanya edukasi dan inovasi yang harus terus dilakukan ntuk mendorong konsumsi beragam komoditas pertanian nasional dengan bahan baku terigu. 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018