Friday, 07 August 2020


NTB kini Miliki Industri Minyak Kayu Putih

09 Jan 2020, 13:12 WIBEditor : Yulianto

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah (Peci Hitam) bersama Pimpinan PT. Sanggaragro Karya Persada Panen Daun Minyak Kayu Putih | Sumber Foto:Syamsul

Hadirnya industri ini dapat memberikan manfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bima---Masyarakat NTB patut berbangga. Kini di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima berdiri industri minyak kayu putih. Pabrik yang dibangun sejak setahun lalu itu dikelola PT. Sanggaragro Karya Persada pimpinan Jimmy Sumitro.

"Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih," kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat panen perdana kayu putih sekaligus melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengakui, industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan hadirnya industri ini lanjutnya, akan menambah kepercayaan diri masyarakat NTB.

Hadirnya industri ini dapat memberikan manfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan. "Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya," ungkap Gubernur.

Hadirnya industri ini juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera, maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat. Selain itu ungkap Bang Zul, ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut.

Hal ini dilakukan untuk menjamin sumber daya manusia yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar. "Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Sanggaragro Karya Persada mengungkapkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi dengan mesin penyulingan yang modern. Sehingga, dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton. Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton atau sekitar  Rp 300 juta/hari. Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

"Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektar. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektar," katanya seraya menambahkan, untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak tahun 2016 hingga saat ini."Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar," ujarnya.

Reporter : Syamsul Riyadi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018