Sunday, 09 August 2020


Pasar Tani, JPS di Tengah Covid-19

22 Jul 2020, 15:11 WIBEditor : Yulianto

Pasar Tani menjadi penyelamat bagi petani dan konsumen di tengah pandemi Covid-19 | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Gelar Pasar Tani ibarat jaringan pengaman sosial (JPS) di tengah pandemi Covid-19, sehingga ekonomi petani tetap berputar. Sebab, Pasar Tani menyediakan fasilitasi akses untuk pemasaran produk bagi petani.

Pasar tani juga menjadi wadah untuk memberdayakan petani dalam menjual hasil kebun. Selain untuk meningkatkan perekonomian petani, pasar tani juga mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk hortikultura yang segar, bermutu dan harga wajar.

Salah satu lokasi Pasar Tani ada di Kota Bogor. Lokasinya cukup strategis di Parung Banteng Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, kebutuhan masyarakat akan produk hortikultura dan bahan pangan semakin dibutuhkan, terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini.

"Pasar Tani  harus berlanjut terus dan diharapkan terus ada dan berkembang," ujarnya Senin (20/7). Tujuannya agar petani terfasilitasi untuk memasarkan produknya dengan lebih ekonomis, lebih diminati serta dikenal masyarakat luas.

Menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19, Prihasto menegaskan, pihaknya terus berupaya mengamankan cadangan pangan bagi masyarakat. Diakui, keadaan yang terjadi saat ini distribusi pangan mengalami sedikit hambatan. Penjualan juga mengalami penurunan karena berkurangnya aktifitas dan akses masyarakat di luar rumah untuk memperoleh pangan.

Hal ini juga berdampak pada supply produk pangan karena pasar retail tidak menampung pasokan yang masuk," kata Anton, sapaan Dirjen Hortikultura.

Karena itu lanjut Anton, pihaknya terus mendorong dan mengkonsolidasikan pasar tani se-Indonesia. Tujuannya tak lain agar dapat digerakkan sebagai jaring pengaman sosial (social safety net).

"Semangat untuk Pasar Tani Indonesia. Gelar pasar tani yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid 2019 ini juga sebagai salah satu bentuk pembelajaran untuk berjualan dan berbelanja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Anton mengatakan, pasar tani merupakan salah satu upaya pemasaran yang lebih efisien dengan membuat jalur pemasaran produk pertanian, dari petani sebagai produsen ke konsumen menjadi lebih ringkas. Produk pertanian yang dipasarkan di Pasar Tani lebih fresh dan berkualitas karena dibawa langsung oleh Petani.

"Pasar tani menyediakan produk berkualitas dengan harga terbaik terdiri dari sayur, buah segar dan berbagai produk olahan," ujarnya.

Selain itu, pasar tani juga sebagai upaya mengatasi fluktuasi harga yang terjadi di tingkat petani. Membantu petani, dengan membuka akses pasar lebih luas dengan membawa langsung produk dari petani ke konsumen, sehingga petani bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik.

33 Pasar Tani

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengatakan, pihaknya selalu mengawal dan berperan aktif mengajak serta memfasilitasi petani dan pelaku usaha olahan untuk melakukan promosi, penjualan dan berdaya saing.

“Dengan memfasilitasi pengembangan pasar tani di 33 di tahun 2020 ini, keberadaan pasar tani akan semakin diakui dan membantu baik dari sisi produsen dan konsumen,” ucapnya.

Fasilitasi yang diberikan berupa bantuan sarana pemasaran seperti tenda mobile beserta perlengkapannya, alat pengeras suara, dan sarana pengemasan. Pemerintah juga mengalokasi pula dana pembelian produk hotikultura bagi petani yang terdampak Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena produknya perlu dibantu penyerapannya.

"Produk yang dibeli dari petani dialokasikan di 50 Kab/ Kota yang akan  diditribusikan melalui event Pasar Tani berupa donasi produk untuk masyarakat," ungkap dia.

Kota Bogor merupakan salah satu lokasi yang mendapatkan fasilitasi pembelian produk petani melalui APBN 2020 yang didistribusikan ke masyarakat sekitar Parung Banteng, Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur bersamaan dengan event Pasar Tani Kujang Kota Bogor.

Pelaksanaan event akan dilakukan di lokasi yang diiniasiasi bersama antara Direktorat Jenderal Hortikultura bersama anggota Dewan Komisi IV, Endang S. Tohari untuk mengoptimalkan peran aktif Asosiasi Pasar Tani Kota Bogor.

"Saya sangat berharap Pasar Tani Kota Bogor bisa menjadi saluran distribusi yang bisa diandalkan petani Bogor, sekaligus ajang promosi yang murah meriah. Dengan demikian ada semangat petani untuk berproduksi, dan ini sangat baik bagi ketahanan pangan kita," kata Endang.

Ade Rochayati, Ketua Asosiasi Pasar Tani Kujang Kota Bogor mengatakan dirinya mendapat dukungan dan suport untuk memajukan Pasar Tani di wilayah binaannya. Saat ini Pasar Tani tetap melakukan penjualan meskipun saat pandemi Covid-19 permintaaan sempat menurun.

"Aktivitas penjualan selain dilakukan tatap muka secara langsung dengan protokol kesehatan, telah dilakukan pula melalui pemesanan online dengan hasil yang cukup baik dan sangat membantu masyarakat," katanya.

 

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018