Wednesday, 30 September 2020


Ada Tembakau Florida Sumatera, Eropa Tinggalkan Tembakau Deli untuk Cerutu

05 Sep 2020, 06:58 WIBEditor : Ahmad Soim

Cerutu dari Tembakau Deli | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

Eropa sudah menutup pasokan Tembakau Deli, kecuali Jerman. Itupun hanya antara 40-50 ha perkebunan Tembakau Deli.

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Selamat tiggal Tembakau Deli dan selamat datang tembakau Florida Sumatera. “Berita  ini memprihatinkan, tembakau Deli asal Sumut hilang dari pasar lalu muncul tembakau Florida Sumatera yang juga dipakai sebagai daun pembungkus cerutu,” kata Soedjai Kartasasmita Tokoh Perkebunan Indonesia yang sudah berusia 94 tahun kepada Sinar Tani (4/9).

 Menurutnya bisnis cerutu diramalkan akan bertahan sampai 100 tahun lagi. Eropa sudah menutup pasokan Tembakau Deli, kecuali Jerman. Itupun hanya antara 40-50 ha perkebunan Tembakau Deli.

Soedjai  sejak tahun 2003 sampai 2010 selalu dimintai saran saran oleh pihak Indonesia maupun Jerman, dan setiap tahun  diundang ke Bremen untuk hadir dalam lelang Internasional tembakau.

Harga Tembakau Deli biasanya 40-50 euro/kg. “Sayangnya masalah ketersediaan lahan dan biaya yang tinggi sulit diatasi sehingga PTPN II selalu merugi,” urainya.

BACA JUGA:

Cerutu Tembakau Deli dari Eropa ke Pasar Lokal

Tembakau Deli Menunggu Sang Penyelamat

Soedjai Kartasasmita: Kepercayaan Tembakau Deli sudah Hilang

Untuk meningkatkan bisnis Tembakau Deli, Soedjai beberapa kali berunding dengan Agus Martowardoyo Menteri Keuangan dan Dahlan Iskan Menteri BUMN. Sayangnya produksi tembakau Deli tiap tahun makin menyusut padahal pada lain sisi permintaan dari pabrik pabrik cerutu di Eropa tetap tinggi.

 Sementara itu para pabrikan cerutu terus mencari alternatif pasokan tembakau, seperti dari Mexico Sumatera dan Brazil Sumatera, dan sekarang  florida Sumatera.

Jerman Tetap Mau Serap Tembakau Deli

Begitupun Soedjai terus   memperjuangkan eksistensi tembakau Deli.  “Padahal saya tidak menghisap cerutu,” jelasnya. Hal itu dilakukan karena: Cintanya pada kekayaan alam Indonesia. Juga karena ada pesan dari Almarhum Sumadi Wiradikarta ( pakar tembakau Deli) sebelum beliau meninggal di RSPP :Kang perjuangkan terus ya tembakau Deli!

Selain itu, pada tahun 2010 dalam RUPS di Bremen diputuskan untuk menghentikan lelang tanpa ada penjelasan tentang apa yang harus dilakukan dengan gedung balai lelang . “Gedung sebesar gedung A Kemtan sekarang oleh pemerintah Jerman dijadikan gedung heritage,” tambahnya.

Lelang tembakau di Bremen itu urainya berkat perjuangan Prof. Ghautama, Prof Mochtar Kusumaatmadja dan Bapak Suyono Martowardojo .

“Baru dapat kabar dari Jerman bahwa daun pembungkus cerutu bukan lagi tembakau Deli melainkan dari Mexico. Seandainya Tembakau Deli mau diteruskan maximal hanya 40-50 hektar yang diperlukan. Kalau tujuannya ekspor ke Eropa atau Amerika pintunya sudah tertutup karena sebagian besar bahan bakunya berasal dari Mexico, Florida, dan beberapa negara Latin lain,” katanya kepada Sinar Tani.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018