Saturday, 24 October 2020


Lapak Kostratani Online Kini Hadir di Bukalapak

24 Sep 2020, 08:18 WIBEditor : Gesha

MoU Kerjasama antara Kementan dengan Bukalapak | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Memperluas pasar pertanian Tanah Air, Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan perusahaan e-commerce Bukalapak. Dari kerjasama ini, Kementan akan menghadirkan Lapak Kostratani Online yang bisa dimanfaatkan petani dari berbagai penjuru di Tanah Air.

Jalinan kerjasama antara Kementan dengan Bukalapak disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, dalam kegiatan Peringatan Hari Tani disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Kamis (24/09).

“Kementerian Pertanian menjalin MoU dengan Bukalapak, dan akan menjadi tempat menjual produk pertanian secara online. Saat pandemi Covid-19, sistem penjualan online bukan lagi kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Di saat pasar tradisional harus mengurangi kerumunan, berarti kita harus membangun pasar online, oleh karena itu, kita jalik kerjasama dengan Bukalapak,” tuturnya.

Menurut Dedi, dengan menjual produk pertanian secara online di Bukalapak, maka jarak antara produsen dan konsumen akan semakin dekat, semakin mudah berkomunikasi.

“Seluruh petani dan penyuluh harus menyampaikan jika kita punya Lapak Kostratani Online yang bisa mendekatkan kita dengan konsumen,” katanya.

Dedi mengatakan, Bukalapak bukan hanya mempertemukan produsen dan konsumen. Tetapi juga memperpendek rantai supply, dan memperpendek jarak dan watu.

Jalinan kerjasama ini juga menjadi bagian dari Peran BPP Kostratani, yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat pengembangan jejaring kemitraan.

“Proses penjualan sangat singkat. Produk pertanian dari petani bisa langsung disalurkan ke Lapak Kostratani Online yang berada di Bukalapak. Nanti konsumen bisa langsung mendapatkan produk melalui aplikasi Bukalapak,” katanya.

Produk Lokal

Dedi menambahkan ada beberapa hal yang harus diperhatian, seperti kualitas serta produk lokal produk asli buatan atau dibuat di dalam negeri. Petani juga harus menyiapkan foto produk terbaik untuk menarik perhatian konsumen, mendeskripsikan produk dengan benar apa jenis produknya, dan bergabung dengan halaman bangga buatan Indonesia.

“Petani bisa mendaftar langsung ke aplikasi Bukalapak, bisa mengikuti webinar pelatihan gratis menjadi pelapak dari Bukalapak lewat Lapak Kostratani Online. Produk pun harus dijual secara kuntinuitas, dan diperhatikan kualitasnya,” tuturnya.

Untuk mendukung kerjasama ini, Dedi meminta peran BPP benar-benar dimaksimalkan. Dedi sendiri yakin kerjasama ini bisa direspons dengan baik lantaran sekitar 5300 BPP di Tanah Air telah terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian.

“Penyuluh harus membantu petani, mendampingi implementasi bantuan dari Kementan untuk petani, seperti implementasi alsin, pupuk, hingga petani menghasilkan gabah. Namun, petani juga harus menjual beras, bukan gabah. Agar harganya bisa lebih 2 kali lipat. Itu yang harus disampaikan penyuluh ke petani, pengelolaan secara korporasi, secara bersama-sama. Dengan cara ini keuntungan petani bisa meningkat. Dampingi bagaimana caranya korporasi,” katanya.

Menanggapi ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kerjasama ini adalah menjadi bagian perluasan pasar.

“Kementerian Pertanian akan selalu membantu petani untuk untuk memasarkan produk. Lewat kerjasama ini, kita melakukan perluasan pasar. Manfaatkan jalinan kerjasama ini untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian,” tuturnya.

Mentan SYL juga menekankan bahwa kerjasama ini menandakan bahwa pertanian sekarang semakin maju mandiri modern. "Menggunakan Kostratani, pertanian kita bukan seperti kemarin, sekarang makin baik, makin maju dan modern," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

Mentan SYL menambahkan di era pandemi COVID 19 ini, perlu kerjasama yang kolaboratif antara semua stakeholder, tak terkecuali pihak swasta seperti Bukalapak. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018