Wednesday, 21 October 2026


Pasar Tanaman Hias di Mancanegara Menggiurkan

15 Apr 2021, 16:36 WIBEditor : Yulianto

Tanaman hias anthurium kembali naik daun

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Potensi pasar tanaman hias di luar negeri terbuka lebar. Misalnya saat persemian Horti Mart di Jakarta, beberapa waktu lalu, dilakukan penandatanganan kerja sama  ekspor tanaman hias dengan tujuh buyer dari enam negara secara virtual. Ekspor tanaman hias yang dilakukan CV Minaqu Home Nature. Ke enam negara tujuan ekspor ini terdiri dari Jerman, Inggris, Cyprus, Korea Selatan, Amerika Selatan dan Kanada.

"Ekspor tanaman hias  senilai Rp 2,1 triliun ini tidak main-main karena memang kita punya potensi yang luar biasa," ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menyaksikan secara virtual dari Solok, Sumatera Barat. Bahkan, SYL mengatakan, pemerintah akan terus berupaya mendorong pelaku usaha sektor pertanian, khususnya florikultura dalam menjamah pasar ekspor.

Menurutnya, ekspor kali ini merupakan nilai yang sangat besar. Hal ini membuktikan, peluang ekspor tanaman hias dari Indonesia kian terbuka seiring luasnya keanekaragaman hayati yang dimiliki. Secara rinci, ekspor ini terdiri dari 3 juta tanaman ke Jerman, 362 ribu tanaman ke Inggris, 500 ribu tanaman ke Cyprus, 1 juta tanaman ke Korea Selatan, 4 juta tanaman ke Amerika Serikat, serta 1,2 juta tanaman ke Kanada.

Permintaan tanaman hias yang tinggi ke Indonesia ini, lanjut SYL, mencerminkan besarnya kebutuhan dunia untuk produk florikultura. Pemerintah menghargai upaya para petani tanaman hias yang selama ini terus membudidayakan aneka tanaman sehingga bisa dikenal pasar global.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alternatif bidang usaha di tengah tantangan pandemi Covid-19. SYL pun mendorong penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh petani dalam memenuhi kebutuhan usahanya di bidang tanaman hias.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan, kontrak ekspor tersebut berlangsung untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Guna mendukung kegiatan ini, BNI turut mengucuran fasilitasi KUR hingga Rp 50 juta per debitur. Minaqu Indonesia sebelumnya pernah ekspor, tapi kali ini skala besar.

"Kami akan dukung untuk mengembangkan plasma-plasma petani. Ada 1.000 plasma yang akan difasilitasi di sini dengan paket dengan paket berupa kultur jaringan yang dikembangkan oleh CV Minaqu, sarana produksi dan rumah lindung,” ujarnya bertempat di Kantor Ditjen Hortikultura.

Hortimart

Di tempat yang sama, Prihasto turut meresmikan Hortimart. Hortimart merupakan sebuah show window produk hortikultura dengan mendatangkan langsung dari lahan para petani. Asosiasi Pasar tani menggawangi isi produk yang ada pada Hortimart.

Kiprah Pasar Tani menghantarkan produk hortikultura cukup diancungi jempol. Gerai berupa tenda lapak di daerah kini bahkan sudah masuk ke area mal wilayah Jabodetabek, Bandung, Kalimantan dan Jogja. 

Sebagai informasi, Pasar Tani merupakan asosiasi petani di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Berdiri sejak 2021 lalu dan berada di 50 lokasi. Targetnya, tahun ini meningkat menjadi 1000 lokasi.  “Pasar tani untuk mendekatkan petani ke pelaku pasar, supaya keuntungan yang diterima itu oleh pasar tani. Bukan middle man. Pasar Tani Goes to Mall dilakukan di mal supaya kalangan menengah itu tahu bahwa produk lokal kita itu memiliki kualitas yang bersaing. Jadi bisa kita sandingkan dengan produk impor. Inilah pesan yang pentingnya,” jelas Prihasto. 

Usai meresmikan Horti Mart, Prihasto meresmikan mobil berpendingin dengan tujuan ke Kalibata City sebagai salah satu mitra Pasar Tani. Dalam wawancara dengan wartawan, Prihasto meyakini bisnis hortikultura merajai dunia pertanian. Pandemi Covid 19 ini justeru menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis hortikultura. Dengan keyakinan bahwa komoditas hortikultura sebagai penguat imun tubuh, bisnis hortikultura baik online maupun offline akan berjalan dengan baik. 

“Seperti yang kita ketahui, selama pandemi ini orang masih takut masuk pasar. Nah oleh anak-anak muda ini dijadikan peluang bisnis dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tidak heran, bisnis e-commerce berbasis komoditas hortikultura tumbuh subur. Dengan teknologi yang ada, semua pasar dapat terkoneksi dengan baik. Pemasaran hortikultura terselesaikan dan Kementerian Pertanian memiliki big data untuk ketersediaan pasokan hingga lima tahun ke depan,” paparnya. 

Dirinya menekankan bahwa, Kementerian Pertanian sangat memperhatikan kesejahteraan petani dan sekaligus kebutuhan konsumen akan pasokan produk pertanian berkualitas. Salah satunya wujudnya dengan membangun kampung-kampung hortikultura dengan tujuan menciptakan produk pertanian yang berkualitas untuk konsumsi, juga termasuk target ekspor.

“Adanya pandemi diakui tidak menjadi masalah bagi Pasar Tani. Penjualan sayur dan buah dapat berjalan dengan baik baik offline maupun online. Penjualan online kami juga berjalan dengan baik dan optimal,” ujar Ketua Pasar Tani Pusat, Wihartati.

Tidak hanya online, penjualan offline di mal-mal, kata Wihartati, juga padat permintaan. “Jika dulu di awal perjuangan kami menembus mal sangat luar biasa, kini juga sebaliknya. Kami justeru banjir pesanan dari pihak mal untuk melakukan display di tempat mereka,” terangnya.

Kementerian Pertanian menyelenggarakan Tani on Stage (ToS) di Kantor Ditjen Hortikultura, Jumat (9/4). Kegiatan ini guna memberikan pemahaman pentingnya para petani, pelaku usaha dan stakeholders hortikultura menggunakan teknologi digital. Khususnya pada masa pandemic Covid 19 ini, kegiatan bisnis jauh lebih banyak memanfaatkan teknologi  digital.

Sederet acara dilangsungkan termasuk penandatanganan kontrak kerja sama untuk ekspor tanaman hias. Selain itu, juga dilakukan penyerahan KUR oleh BNI kepada debitur dan penyerahan benih tanaman hias kepada petani plasma oleh CV Minaqu. Turut serta dalam rangkaian kegiatan ini , dilakukan soft launching Horti Mart dan peluncuran mobil berpendingin sebagai moda transportasi yang diperuntukkan para petani maupun pelaku usaha hortikultura.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018