Sunday, 09 May 2021


Lebaran, Stok Daging Banyak Surplus

28 Apr 2021, 16:51 WIBEditor : Gesha

Stok daging diperkirakan cukup | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sejak awal Maret 2021, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus melakukan pembaruan data (updating) ketersediaan daging secara mingguan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Prognosa kebutuhan (daging) di April hampir 60 ribu ton (tepatnya 59.979 ton), dengan pasokan mencapai 78 ribu ton (tepatnya 78.115,79 ton), sehingga neraca (surplusnya) 18,2 ribu ton (tepatnya 18.136,79 ton)," ungkap Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPH Nak) Ditjen PKH Kementan, Fini Murfiani dalam Focus Group Discussion (FGD) Mengawal Pasokan Daging Jelang Lebaran yang diadakan TABLOID SINAR TANI, Rabu (28/4).

Sampai 22 April 2021, realisasi kebutuhan baru mencapai 23 ribu ton dengan realisasi pasokan 70,8 ribu ton. Sehingga dipastikan ada surplus daging mencapai 47,8 ribu ton.

Fini mengungkapkan dengan adanya COVID 19, daya beli konsumen turun, hotel, restoran dan katering (Horeka) juga belum sepenuhnya normal, menjadikan realisasi konsumsi menurun dibandingkan prognosa. Meskipun begitu, Ditjen PKH akan terus melakukan updating mingguan agar tetap memastikan daging memenuhi kebutuhan masyarakat.

Surplusnya daging ini dipastikan bertambah dengan adanya stok daging sapi/kerbau di Cold Storage Importir, Swasta, BUMN hingga distributor yang mencapai 21,5 ribu ton. Termasuk, stok sapi/kerbau bakalan setara daging yang ada di Feedloater yang mencapai 26,2 ribu ton.

Belum lagi, adanya pemasukan dan stok daging serta jeroan sapi impor reguler yang berada di lima gudang Provinsi (Bali, Banten, DKI Jakarta, Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB)) yang totalnya mencapai 15. 410 ton hingga 22 April 2021. 

Begitupula, stok daging di Bulan Februari dan Maret, dalam kondisi surplus, dan bisa memperkuat ketersediaan daging nasional di periode April dan Mei. Sehingga dapat dipastikan pemenuhan daging masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dalam posisi yang aman. 

Pengawasan Tata Niaga

Fini menekankan meski diatas kertas pasokan cukup tetapi bisa saja dalam perkembangannya mendekati lebaran terjadi kenaikan harga.

Kenaikan harga di tingkat  eceran  terjadi karena adanya faktor tertentu di rantai tataniaga . "Karena itu kami meminta adanya pengawasan di rantai tata niaga ini oleh Tim satgas pangan yang melibatkan banyak institusi terkait termasuk kepolisian," tuturnya.

Dengan lebih intensif melakukan pengawasan maka bisa dibedah di titik mana terjadinya ketidaklancaran sehingga membuat harga daging di pasar-pasar tradisional sampai meningkat.

Sebagai komoditas yang oleh pemerintah digolongkan sebagai Bahan Pangan Pokok Penting, pengawasan terhadap kegiatan tataniaga daging memang harus melibatkan banyak pihak terkait.

"Jadi dalam mengawal pasokan daging ini sudah ada pembagiannya . Kami mengawal dari aspek produksi dan stok sementara  pengawasan dalam pendistribusiannya merupakan tugas Satgas pangan," tegasnya.

Reporter : Echa/Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018