Tuesday, 03 August 2021


Untung Gile ! Tanam Talas Beneng, Dapat Untung Seharga Mobil !

21 Jul 2021, 16:06 WIBEditor : Gesha

Panen Talas beneng | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Siapa bilang tanam talas beneng cuma bisa manyun aja?Petani Beneng sekarang, sekali tanam, bisa dapat untung Rp 200-300 juta ! Bisa langsung beli mobil. Ngiler kan?

"Panen daun bisa tiap bulan, setelah umur tanaman minimal 4 bulan. Selanjutnya di umur dua tahun, tanaman talas bisa dipanen umbinya," ungkap pelaku usaha Talas Beneng, Arifullah dalam Focus Group Discussion : Eksplorasi Pangan Lokal: Talas tak hanya Bogor yang digelar TABLOIDSINARTANI, Rabu (21/7). 

Lebih lanjut Arif menjelaskan setelah panen umbi, mahkota dari talas beneng dipotong dan bisa ditanam kembali hingga muncul anakan baru untuk pengembangan bibit nantinya. Sehingga tak perlu dibongkar pertanaman sebelumnya. "Cukup tanam sekali, talas beneng bisa panen berkali-kali," jelasnya. 

Di Saung Kang Arif Channel (KAC) di Kampung Tanjung Kulon, Desa Telaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang yang kini menjadi demplot percobaan pertanaman Talas Beneng, panen daun sudah dilakukan 3 kali dan langsung dirajang oleh mesin perajangan yang dimiliki. "Kalau enggak punya mesin perajangan, sebaiknya panen daun basah yang sudah tua," tuturnya.

Baca Juga : Sempat Tenggelam, Popularitas Talas Beneng Kembali Pesat

Talas, Komoditas Pangan Masa Depan

Dalam pertanaman talas beneng ini, diakui Arif petani tak hanya bisa panen umbi saja saat sudah berumur dua tahun, tetapi juga daun talasnya sudah bisa dipanen duluan untuk bahan baku daun rajangan dan berpotensi ekspor. "Jadi kalau mau menghitung (analisa usaha) talas beneng, harus dibedakan analisa usaha tani budidaya dan analisa usaha produksi (daun talas rajangan atau tepung talas beneng)," tuturnya.

Arif sendiri menerima daun basah talas beneng yang dihargai Rp 1000 per kilogram untuk petani terdekat atau sekitar. Sedangkan untuk petani luar Kab. Serang atau sekitar Serang akan diperhitungkan juga ongkos kirimnya. "Ini khusus harga daun talas beneng yang budidaya, kalau daun talas beneng liar harganya agak lebih rendah karena mereka tidak pakai ongkos budidaya,"jelasnya.

Arif menghitung jika rata-rata setiap bulan bisa menghasilkan 3 ton daun basah talas beneng per hektar lahan dan petani dapatkan harga Rp 1.000 per kilogram, maka bisa mendapatkan 3 juta per bulan. "Jadi bisa dihitung dalam dua tahun ada berapa kali panen daun. Kalau di umur 4 bulan sudah mulai panen daun, berarti ada 20 kali panen daun talas selama 2 tahun. Sehingga ada Rp 60 juta dalam jangka waktu 2 tahun untuk daun basah saja," tuturnya.

Sedangkan untuk umbi, panen talas dilakukan pada minimal bobot 10 kg per batangnya dan dalam satu hektar rata-rata ada 10 ribu batang. Untuk harga umbi talas, di Banten harga Rp 1500-2000 per kilogramnya. "Sehingga dalam satu hektar bisa didapatkan 100 ton umbi talas, maka petani bisa dapatkan minimal Rp 150 juta-200 juta," tuturnya. 

Arif juga menampung umbi talas dari petani dengan harga yang berbeda, tergantung asal muasal umbi tersebut apakah liar atau budidaya. "Disini tampung kisaran Rp 1000-2000, tapi ke depannya bisa dipertimbangkan harga pasar bisa dinaikkan, masa bisa saja naik," tuturnya.

Dirinya juga merekomendasikan bagi petani yang mau terjun di usaha budidaya talas beneng ini, harus memahami betul perilaku pasar. "Kenali dahulu, ngobrol kepada pelaku usaha (tepung umbi atau perajangan daun), sistem seperti apa, mulai dari harga, hasil dan kualitas. Jangan sekedar ikut-ikutan tanam dan hasilnya tidak jelas," sarannya. Diakuinya, pelaku usaha talas beneng sekarang, masing-masing sudah membentuk tim suplai, petani mitra dan produksi. 

Tertarik menggeluti usaha budidaya talas beneng ini? Arif mempersilahkan petani untuk menghubunginya di kontak disini atau subscribe channel Youtubenya di Kang Arif Channel. 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018