Saturday, 10 October 2026


Industri Makanan-Minuman Butuh Tepung Pisang Termodifikasi

28 Jul 2021, 21:10 WIBEditor : Gesha

Aneka minuman dengan rasa pisang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pabrikan tepung pisang skala UMKM bermunculan di beberapa daerah, namun sayangnya industri makanan minuman justru impor tepung pisang dari Amerika Serikat. 

Aneka minuman dan makanan dengan rasa dan aroma pisang memang tengah digandrungi milenial sekarang. Bahkan dari beberapa survey, rasa pisang menjadi favorit setelah matcha di era kini. 

Sayangnya, saat ini banyak pabrik makanan yang menggunakan perasa pisang sintetis atau menggunakan tepung pisang yang sudah termodifikasi. "Pabrikan makanan (wafer), biasa impor tepung pisang termodifikasi dari Amerika," ungkap owner Tepung Pisang Gedhang dari Ngawi, Jawa Timur, Ari Widodo. 

Dalam Webinar EKSPLORASI PANGAN LOKAL: Pisang, #KenyangNggaHarusNasi yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama Badan Ketahanan Pangan, Rabu (28/7), Ari menjelaskan tepung pisang yang diimpor perusahaan makanan minuman ini terasa sangat harum dan manis. 

"Setelah kami teliti ternyata, tepung pisang ini mendapatkan tambahan pengharum sintetis. Sehingga sangat disayangkan sebenarnya, " tambahnya. 

Melihat spesifikasi yang dibutuhkan industri makanan dan minuman mengenai tepung pisang yang termodifikasi ini, dirinya berharap adanya penelitian atau pengembangan pascapanen olahan yang bisa membuat tepung pisang termodifikasi dan banyak dibutuhkan industri makanan minuman. 

Ari sendiri memiliki produk tepung pisang organik bernama Gedhang dan tidak memiliki rasa atau aroma yang kuat (plain). Namun tepung pisang ini bisa diolah menjadi beragak produk turunan seperti mie, tepung premix untuk kue, prebiotik dan sebagainya dengan teknologi olahan lanjutan. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018