
Kolaborasi bersama
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pemasaran khususnya aneka produk pertanian kini didorong hingga menembus pasar ekspor. Potensi ekspor yang terbuka lebar disosialisasikan ke para petani muda.
Jaringan Pertanian Nasional (JPN) telah dibentuk untuk mendukung Program GraTiEks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) Kementerian Pertanian. Sebanyak 15 petani milenial calon pengurus JPN Provinsi DKI Jakarta bertemu dengan Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Jumat (24/9) di Jakarta.
“Pembentukan JPN ini bertujuan sebagai fasilitator bagi para petani untuk terhimpun dalam suatu organisasi, sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemasaran, terutama dalam kegiatan ekspor, “ kata Kepala BBUSKP drh. Sriyanto dalam sambutannya.

Hal senada dikemukakan oleh Kepala Bidang Pertanian sekaligus Plt. Sekretaris Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati. “Pembentukan JPN ini merupakan suatu kesempatan bagi para petani millenial untuk berkontribusi dalam meningkatkan hasil produksi pertanian serta dapat menjadi peluang dalam meraih pasar ekspor. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga dapat mendorong para petani millennial untuk melihat potensi yang ada di Jakarta dan juga peluang pasar secara luas,” kata Mujiati.
Beberapa langkah strategis Kementerian Pertanian dalam pencapaian program GraTiEks yaitu meningkatkan volume ekspor, menambah negara mitra dagang, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor, dan meningkatkan frekuensi pengiriman melalui percepatan layanan ekspor. BBUSKP menjelaskan juga beberapa komoditas unggulan yang berpeluang dalam pasar ekspor.
Sub Koordinator Substansi Pelayanan Pengujian Karantina Hewan BBUSKP, drh. Taryu menuturkan pengurus JPN nantinya akan dijadikan koordinator untuk memberdayakan potensi daerah untuk mempercepat ekspor dan menumbuhkembangkan generasi muda dalam mengembangkan pertanian.
"Rencananya para calon Pengurus JPN akan dilantik pada Oktober 2021 secara virtual oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo. Para peserta juga diberikan sosialisasi berupa video cara mengakses aplikasi iMace guna menyediakan informasi mengenai berbagai jenis komoditas pertanian unggulan ekspor di masing-masing daerah, informasi negara tujuan, serta tren volume ekspor,” jelasnya.
Hadir pula Tanihub dalam acara tersebut, yaitu Mary Triaryani selaku Institutional Funding Manager TaniFund, dan Eka Linda Farhana selaku Bussiness Development Specialist TaniFund, untuk memberikan sosialisasi mengenai pemasaran dan permodalan. Dalam pemaparannya, Tanihub melalui Tanifund berkata bahwa mereka siap menjadi mitra untuk mendukung permodalan kepada para petani. Beberapa tipe pendanaan yang akan disupport oleh Tanifund yaitu pendanaan atas budidaya, pendanaan atas nota piutang, dan pendanaan atas pengembangan usaha.
“Saya harap kegiatan ini merupakan awal dari para petani millennial untuk ke depannya dalam menjalin kolaborasi dan meningkatkan kompetensi untuk melakukan ekspor” ujar Ahmad Fahrizal, selaku perwakilan calon pengurus JPN Provinsi DKI Jakarta.