Sunday, 26 June 2022


BULOG Siap Stabilkan Migor

28 Dec 2021, 11:15 WIBEditor : Yulianto

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Perum Bulog siap menggelontorkan minyak goreng untuk menjaga stabilkan harga komoditas yang kini harganya melambung hingga Rp 20 ribu/liter. Namun Bulog berharap dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dalam kegiatan tersebut.

“Saat ini ada masalah sembako, telur dan minyak goreng. Bulog sudah menyiapkan langkah untuk menghadapi peningkatan minyak goreng,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso  saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/12).

Karena bukan tugas utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya harus berkoordinasi dengan  Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. “Mudah-mudah gejolak harga sembako tersebut bisa tertangani,” ujarnya.

Dalam pengelolaan minyak goreng, Buwas mengakui, memang bukan dalam kewenangan PSO (Public Service Obligation) Bulog, tapi dilakukan secara komersil. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan produsen minyak goreng.

Namun untuk kegiatan menjaga stabilisasi harga minyak goreng, Buwas menegaskan, Bulog akan memanfaatkan produk yang dibeli dengan harga lama, sehingga bosa dijual dengan harga murah.

“Hari ini kita bicarakan. Paling tidak Bulog punya peran stabilisasi harga minyak goreng. Kita koordinasikan dengan produsen minyak goreng, Mudah-mudah bisa kita tanggulangi. Bulog harus bekerjasama dengan kementerian lembaga. Ada Kementerian Perdaganagn dan Perindustrian,” tutur mantan Kepala BNN itu.

Buwas mengatakan, karena Bulog tidak mempunyai pabrik minyak goreng, sehingga jumlah yang disiapkan untuk stablisasi harga jumlahnya sedikit. “Kita beli dan kontrak jauh hari dengan harga sudah disepakati lebih murah dan jual sekarang. Tapi amunisi terbatas,” katanya.

Untuk menambah stok minyak goreng, Buwas pun mengakui, tidak mudah. Pasalnya, saat ini produsen sudah memasang harga tinggi, sehingga tidak mungkin Bulog bisa menjual dengan harga murah lagi. “Untuk menjual dengan harga murah, Bulog tidak mudah mendapatkan barang, karena produksi CPO banyak yang diekspor,”  ujarnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018