
Mentan SYL saat pelepasan ekspor produk pertanian di Makassar
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kinerja ekspor pertanian di tengah pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian Pertanian menggelar Gebyar Ekspor Pertanian 2021 di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan itu juga dilakukan secara virtual serentak di 34 provinsi, pada Jumat (31/12).
Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang juga dihadiri Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Pelepasan ekspor sebagai bentuk sinergitas Kementerian Pertanian dengan Kapolri.
“Antara makanan dengan keamanan adalah satu kesatuan. Bagaimana makanan bisa siap kalau tidak ada keamanan, dan bagaimana keamanan bisa baik tanpa makanan ? Keberhasilan program Kementerian Pertanian juga berkat sinergitas dengan POLRI,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Akhir tahun 2021, Kementerian Pertanian melakukan ekspor serentak dari 34 provinsi pintu ekspor sebanyak 1,3 juta ton senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara tujuan ekspor. Berdasarkan data BPS, pada Januari-November 2020 ekspor pertanian mencapai nilai Rp 399,45 triliun. Pada Januari-November 2021 naik 42,47 persen menjadi Rp 569,11 triliun. “Ini membuktikan tidak ada daerah yang tidak melakukan ekspor,” kata SYL.
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sejak Juni 2020 juga terus membaik. Tercatat NTP pada November 2021 sebesar 107,18 atau naik 0,49 persen dibandingkan NTP Oktober 2021 sebesar 106,67. Sedangkan NTUP pada November 2021 sebesar 107, 03 atau naik 0,51 persen dibandingkan Oktober 2021 sebesar 106,49.
Tantangan ke depan menurut Mentan adalah dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrim. Kementan khususnya Badan Karantina Pertanian (Barantan) diharapkan terus bersinergi dengan jajaran Polri ini terutama untuk menjaga keamanan pangan, dan mencegah Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, apresiasi atas kinerja Kementerian Pertanian dan segenap stakeholder pertanian. “Terimakasih dan apresiasi kepada petani, peternak, pekebun, pelaku-pelaku usaha agrobisnis, dan para stakeholder terkait yang telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan meningkatkan kualitas produk pertanian,” katanya.
Kapolri mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung seluruh program dari Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. Polri terus meningkatkan dukungan di sektor pertanian.
Implementasi nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama oleh jajaran Polri yaitu meminimalisir dan mengantisipasi permasalahan petani, meningkatkan kesejahteraan dan motivasi petani, mendukung produktifitas pertanian, mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan, mengekspor hasil sector pertanian dan peternakan Indonesia ke luar negeri.