Monday, 23 May 2022


Inilah Langkah Stabilkan Harga Minyak Goreng

10 Jan 2022, 11:55 WIBEditor : Yulianto

Harga minyak goreng sejak akhir 2021 hingga awal tahun 2022 masih cukup tinggi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Harga minyak goreng yang stabil tinggi hingga awal tahun ini membuat konsumen terpeleset. Karena itu, perlu disikapi agar dapat terjangkau masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengendalikan harga migor ke depan. Pertama, penyaluran minyak goreng dengan harga terjangkau (sesuai harga eceran) yang melibatkan produsen minyak goreng.

Kedua lanjut Dedi, minyak goreng bersubsidi dengan tujuan pemasaran tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan pedagang kecil. Ketiga, pengawasan terhadap kualitas minyak goreng harus sesuai dengan standar yang berlaku. “Kita juga lakukan pengawasan jalur distribusi minyak goreng bersubsidi dengan melibatkan Bulog, Satgas pangan, Pasar Tani,” katanya.

Mengenai kemungkinan dana pungutan ekspor BPDPKS bisa menjadi solusi stabilisasi harga migor, Dedi berharap, dana pungutan ekspor dapat menjadi solusi stabilisasi harga minyak goreng dalam negeri. Usulan kebijakan minyak goreng dengan harga terjangkau telah dikoordinasikan Kantor Menko Perekonomian, yakni melalui pembayaran selisih harga minyak goreng.

Dikatakan, rencananya akan dilaksanakan selama 6 bulan dengan volume sebesar 1,2 miliar liter menggunakan merk MINYAKITA. Kemasan minyak goreng yang didistribusikan memuat Label Harga Eceran Tertinggi (HET) 14.000/liter

Skema penyaluran kata Dedi nantinya hanya melibatkan produsen minyak goreng. Untuk itu, perlu ditetapkan badan usaha produsen minyak goreng dan badan usaha pengemasan minyak goreng yang akan ikut dalam kebijakan pemerintah.

“Saat ini jumlah produsen minyak goreng sebanyak 70  produsen dan jumlah perusahaan pengemas sebanyak 255 perusahaan, termasuk 70 produsen yang juga mampu melakukan pengemasan,” tuturnya.

Pengaruh Harga CPO Dunia

Dedi mengakui, penyebab tingginya harga minyak goreng karena dipengaruhi naiknya harga berupa minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar dunia. Harga referensi CPO pada Januari 2022 mencapai 1.307,76 dollar AS/MT. Kenaikan harga CPO tersebut dipicu juga peningkatan permintaan.

Peningkatan permintaan lanjut Dedi karena beberapa sebab. Pertama, recovery perekonomian yang lebih cepat di beberapa negara konsumen utama CPO dunia seperti China dan India setelah penurunan kasus covid. Kedua, kenaikan harga minyak nabati seperti minyak kedelai akibat naiknya permintaan terhadap minyak kedelai.

Naiknya permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seperti di Indonesia dengan penerapan kebijakan B30,” katanya. Nah, kenaikan harga CPO sebagai bahan baku minyak goreng sawit menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

Harga CPO tahun 2022 diperkirakan masih berkisar 1.000 sampai 1.250 dollar AS/ton, karena permintaan yang tinggi dari beberapa negara-negara konsumen minyak sawit. Harga CPO yang yang masih tinggi tentu akan berpengaruh terhadap harga minyak goreng karena biaya bahan baku meningkat,” tutur Dedi

Reporter : Iqbal
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018