Thursday, 30 June 2022


Kelangkaan Minyak Goreng di Daerah Penghasil CPO Sumatera Utara

31 Jan 2022, 18:14 WIBEditor : Herman

Harga minyak goreng melambung jelang akhir tahun 2021 | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Labuhanbatu --- Minyak goreng saat ini memang sedang menjadi perbincangan. Selain harga yang tinggi, ketersediaan stok juga menjadi masalah minyak goreng di lapangan. Bukan hanya di kota-kota besar di Indonesia, di daerah penghasil CPO sebagai bahan baku minyak goreng pun hal tersebut menjadi permasalahan.   

Kontributor tabloidsinartani.com mencoba menelusuri kondisi harga minyak goreng di daerah penghasil CPO di  Provinsi Sumatera Utara. Khususnya di Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara).

Diungkapkan Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba SH, didampingi praktisi peternakan Ir Imanuel Hutapea dan Tokoh Lintas Partai DR Harmaini Sitorus, Sabtu (29/1) di sekretariat Cafe Kandang Sapi, Desa Cikampak, Kec. Torgamba, bahwa harga minyak goreng sudah harus stabil dan terjangkau masyarakat ekonomi lemah.

Disaat harga minyak goreng bervariasi, Rp 18 ribu - 24 ribu/kg kemasan dan minyak goreng curah Rp 18 ribu/kg, pemerintah hadir dengan membuat patokan harga Rp 14 ribu/kg. Minyak goreng langsung diserbu masyarakat sehingga dalam seminggu ini minyak kemasan langka di pasaran swalayan modern, tetapi belum di ikuti minyak curah yang masih bertahan Rp 18 ribu/liter.

Hal ini menurut Syahdian harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk hadir ditengah masyarakat dan para anggota DPRD harus mengawal jangan sampai situasi tersebut dimanfaatkan mafia nakal yang mengambil kesempatan. Terlebih Labuhanbatu Selatan merupakan penghasil CPO terbesar di Sumatera Utara dengan hampir 25 pabrik kelapa sawit hadir disana.

Anggota DPRD Labusel H.M Jubair Siregar, membenarkan apa yang disampaikan ketua KTNA Labusel dan akan terus memantau dan berkoordinasi dengan Pemkab serta tim satgas pangan.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD dari Partai PKPI Arwi Winata, yang dihubungi tabloidsinartani.com melalui selularnya menyatakan bahwa akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Kelangkaan minyak goreng beberapa waktu belakangan memang dirasakan masyarakat, salah satunya pelaku UKM Café Maragam Ragam, Rantau Prapat, Juriati Samosir G, minyak goreng kemasan yang ada di Swalayan Brastagi dan tempat lain sudah kosong menunggu pasokan pabrik.

Hal serupa juga diungkapkan ibu rumah tangga, Megawati Simatupang bahwa di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, minyak kemasan sulit didapat, dan dirinya terpaksa membeli minyak goreng curah di swalayan dengan harga Rp 18 ribu/kg.

Lain lagi dengan pengalaman Sri Wulandari, yang di temui tabloidsinartani.com, diungkapkan guru SDN di daerah Medan Tembung ini, minyak goreng dengan harga rp 14 ribu/kg sulit didapat di pasaran. Dan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga di pasar swalayan, ia sampai harus meminta temannya.

Reporter : RE Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018