Monday, 23 May 2022


Pasca Lebaran, Kementan Terus Pantau Dan Pastikan Ketersediaan Sembako

13 May 2022, 15:16 WIBEditor : Gesha

Pantauan di Pasar Ciomas | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai penanggungjawab dalam memonitoring ketersediaan dan harga pangan di Provinsi Jawa Barat, Direktur Polbangtan Bogor beserta tim satgas pangan dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor turun ke Pasar Ciomas.

Dari hasil monitoring di Pasar Ciomas Kabupaten Bogor, harga sejumlah komoditas 12 bahan pangan pokok cenderung stabil dan tersedia dengan baik. Seperti halnya beras yang dijual kisaran Rp7.000 sampai Rp12.500 per kilogram, jagung dijual Rp13.000/kg, bawang merah dijual Rp38.000/kg, bawang putih dijual Rp28.000/kg, dan gula pasir dijual Rp14.000/kg.

Kecuali cabai besar, cabai rawit, telur ayam, daging ayam, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga, akan tetapi masih dianggap aman untuk ketersediaannya. Harga daging sapi pun masih fluktuatif namun stok untuk kebutuhan masih tercukupi.

Sedangkan untuk kedelai selain harga yang meningkat, stok untuk kebutuhan pun sulit dipenuhi. Dikarenakan juga minat dari konsumen yang rendah, sehingga ketersediaan kedelai terbatas.

Dalam hal ini, pemerintah juga akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat dengan memastikan kebutuhan bahan pangan pokok dapat tercukupi dan terjangkau.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan, ketersediaan bahan pangan pokok harus tetap terjamin dalam situasi apapun. Itu sebabnya, sektor pertanian harus berproduksi apapun kondisinya.

"Dan kita bersyukur diberkahi tanah yang begitu subur, mataharinya terus bersinar, airnya terus mengalir. Oleh karenanya, pertanian kita tak boleh bersoal. Pangan rakyat tak boleh bersoal," tegas Mentan SYL.

Beserta arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumbet Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan hal senada. Menurutnya, ketersediaan pangan tak boleh terganggu sama sekali. “Kebutuhan mendasar masyarakat tak boleh terganggu,” kata Dedi.

Oleh karenanya, pemantauan ini diharapkan dapat dengan cepat menanggulangi segala hal yang berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat. “Hal ini tentu sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional. Kami memastikan petani dan penyuluh turun ke lapangan agar ketahanan pangan nasional kita terjaga,” katanya.

Reporter : Ardianinda Wisda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018