Thursday, 30 June 2022


Hari Krida Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Beraksi Bersama Emak-Emak

22 Jun 2022, 11:37 WIBEditor : Gesha

Pelatihan Tematik Ibu-ibu | Sumber Foto:Ferly

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Memperingati Hari Krida Pertanian 2022, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang beraksi bersama ibu-ibu Anggota Kelompok Tani Merak 3 dari Dusun Juwet Manting, Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan melakukan aksi nyata dalam Pelatihan Tematik yang merupakan bagian dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

"Kegiatan ini untuk kemajuan dan peningkatan harkat dan martabat ibu-ibu sebagai bagian dari pelaku utama untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui peningkatan nilai ekonomis yang didapat dari kegiatan kesehariaannya," ungkap Tim Dinas Ketahanan Pangan yang dipimpin Dyah Desianti selaku Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan. 

Dyah menambahkan, P2L merupakan program kegiatan penguatan pekarangan bagi ibu-ibu tani untuk mendapatkan sumber pangan secara berkelanjutan dan lestari. Dimana sesuai makna dari Hari Krida Pertanian yang merupakan kegiatan atau aksi nyata untuk ibu-ibu agar dapat mandiri dalam mengolah potensi sumber daya yang dimiliki sehingga mampu dan dan dapat berkembang menuju kedaulatan pangan yang di mulai dari keluarga.

Ini terbukti pada masa pandemic COVID 19 ini, ibu-ibu dapat tetap eksis dan tidak terpengaruh akan pandemik. Ibu-ibu dapat mencukupi rumah tangganya dengan sumber pangan yang sehat dan alami yang berasal dari pekarangan mereka sendiri. Dilain hal, mereka dapat menjual hasil panen pekarangan nya kepada masyarakat sekitar sehingga roda ekonomi rumah tangga tetap berjalan.

Pada kesempatan ini hadir pula dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Wagir sebagai pendamping kelompok tani melalui penyuluhnya  Ferly Tambunan dan Suhardi serta mantri tani Deasy Ferisanti, selalu berkomitmen dalam mendampingi semua kelompok tani yang ada pada wilayah binaan nya.

"Untuk komoditi utamanya yang ditanam dipekarangan disepakati menanam sayur sawi.  Ini dikarenakan sayur sawi sangat digemari dan mudah untuk dibudidayakan dan mempunyai nilai ekonomis karena hampir semua masakan menggunakannya serta oleh ibu ibu juga dapat di olah menjadi bentuk olahan pangan yang digemari. Selain itu juga ada komoditas sayur yang lainnya untuk ditanam. Penggunaan budidaya organik dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia agar tanaman tetap sehat. Ini dilakukan dilahan demplot Merak 3 seluas 500 meter persegi," tambahnya.

Acara Pelatihan Tematik ini lebih memantapkan ibu-ibu untuk dapat membaca peluang pasar dan membangun kemitraan dengan pihak lain agar semakin maju dan mandiri serta bagaimana cara memberikan nilai tambah melalui pengemasan yang menarik dan memenuhi standart pangan yang baik sehingga benar benar aman untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan serta ibu-ibu diajari konsep pemasaran secara offline dan online pada era digital ini melalui aplikasi belanja yang semakin banyak. Cara mendapatkan ijin dan pengurusan P-IRT, BPOM, ijin Usaha hingga label Halal diberikan dan pengurusannya yang Gratis.

Kedepannya diharapakan melalui ibu-ibu tani ini maka pertanian akan benar benar mandiri dan maju serta mempunyai nilai tawar yang luar biasa untuk dapat bersaing dengan produk lainnya.

 

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018