Sabtu, 24 Februari 2024


SNI Produk Terbit, Omset Gula Semut Hariang Melejit

29 Jan 2024, 14:48 WIBEditor : Gesha

Aneka Produk Gula Semut Hariang | Sumber Foto:CV Mitra Mandala

TABLOIDSINARTANI.COM, Banten --- Dengan capaian standar kualitas SNI, produk Gula Semut Hariang meroket, membawa omsetnya melambung tinggi.

Siapa mengira bahwa gula semut aren Hariang yang berada di daerah cukup terpelosok ini sudah ber-SNI? Gula semut berkualitas SNI inilah yang diproduksi oleh CV Mitra Mandala, produsen yang berlokasi di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Mitra Mandala bukan hanya sekadar produsen, melainkan juga merupakan salah satu kelompok binaan dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Banten sejak sekitar tahun 2014.

Anwar, sebagai pemimpin di CV Mitra Mandala, adalah putra daerah yang turut membantu memajukan pertanian dengan memiliki 148 petani binaan.

Berdiri sejak tahun 1989, Mitra Mandala telah tumbuh menjadi entitas yang kuat, mempekerjakan 14 karyawan yang berdedikasi.

Dalam rentang waktu 2014 hingga 2022, CV Mitra Mandala berhasil mengekspor total 89.9 ton produknya ke berbagai negara seperti Amerika, Australia, Jerman, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia.

Selain menjadi pelaku ekspor yang sukses, Mitra Mandala juga telah memperoleh berbagai perizinan, termasuk PIRT, sertifikat halal, sertifikat organik, dan yang terbaru, sertifikat SNI.

Meski menawarkan beragam produk olahan aren, mulai dari gula semut aren original hingga varian seperti rasa jahe, kunyit, gula cetak/batok, koin, dan cair, perlu dicatat bahwa hanya gula semut aren original yang telah mendapatkan sertifikasi SNI.

Dalam acara Sosialisasi Pengolahan Gula Semut Aren Berdasarkan SNI, Anwar menyampaikan rasa syukur atas program yang diterima oleh CV Mitra Mandala. "Sejak gula semut aren Hariang mendapatkan sertifikasi SNI, omset penjualan kami meningkat dari 5 ton/bulan menjadi 13 ton/bulan," sebutnya.

Apresiasi Anwar ini diberikan kepada Kementerian Pertanian, terutama BPSIP Banten yang telah mendampinginya selama ini. 

Saat merayakan ulang tahun Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) yang ke-1, CV Mitra Mandala meraih penghargaan SNI Award dari Menteri Pertanian.

Prestasi ini menjadi sumber kebanggaan bagi CV Mitra Mandala dan BPSIP Banten sebagai pendamping yang turut berkontribusi.

Tidak hanya itu, penghargaan terbaru juga diperoleh dari Pertamina dalam Pertamina SMEXPO pada 5 November 2023, di mana CV Mitra Mandala berhasil meraih juara ke-4 dalam ajang kontestasi tersebut.

Harapan besar mereka adalah agar produk gula semut aren khas Banten ini dapat eksis di pasar lokal maupun global, sesuai dengan visi CV Mitra Mandala, yaitu "Dari Petani Untuk Dunia."

Perjalanan SNI 

Perjalanan menuju sertifikasi SNI memang tidaklah mudah dan memerlukan dedikasi serta kerja keras yang tinggi. Pada awal bulan Juni 2023, BPSIP Banten telah memulai koordinasi awal terkait program pendampingan SNI.

Langkah pertama melibatkan pendampingan dalam pemenuhan persyaratan pendaftaran, yang memerlukan upaya besar.

Proses ini dimulai dengan penyisiran persyaratan administratif, termasuk akta pendirian, NIB, struktur organisasi, diagram alir produksi, layout ruang produksi, serta sertifikat kalibrasi untuk timbangan dan termometer, dan berbagai persyaratan lainnya.

Persiapan dokumen juga melibatkan pemenuhan persyaratan hasil uji produk sesuai dengan ketentuan SNI yang diacu, khususnya SNI 3743:2021 tentang gula palma.

Salah satu aspek yang cukup kompleks adalah ketersediaan dokumen mutu (SOP), yang juga berhasil dipenuhi dengan kerjasama yang sangat baik dari CV Mitra Mandala.

Audit SNI

Pada tanggal 8-9 Agustus 2023, dilakukan audit lapangan oleh LSPro Center for Certification of Qualities and Commodities (CCQC) dari Jember.

Tim auditor berasal dari LSPro CCQC, lembaga sertifikasi yang dibentuk oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada tahun 2009 dan telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Nomor LSPr-036 IDN, beroperasi sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17065:2012.

Selama perjalanan menuju CV. Mitra Mandala, tim auditor menunjukkan keheranan beberapa kali karena lokasi SNI produk yang akan disertifikasi terletak di tempat yang cukup terpencil.

Tim melakukan pengambilan contoh terhadap produk gula semut aren, dengan kemasan populasi contoh termasuk standing pouch netto 250 gram dan 500 gram, kemasan aluminium foil netto 250 gram, dan kemasan bulky (curah) netto 250 gram.

Selanjutnya, sampel ini akan diuji di laboratorium yang ditunjuk oleh LSPro dan telah terakreditasi oleh KAN berdasarkan parameter SNI 3743:2021 tentang gula palma.

Hasil dari audit lapangan mengungkapkan 8 temuan ketidaksesuaian yang memerlukan perbaikan segera. CV Mitra Mandala dengan sigap mengatasi temuan tersebut, sehingga dalam waktu sekitar 1 bulan semua dokumen perbaikan berhasil dipenuhi dan diakui telah memenuhi persyaratan.

Sesuai dengan Surat Persetujuan Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), sertifikat SNI CV Mitra Mandala berlaku mulai tanggal 11 September 2023 hingga 10 September 2027.

 

Penulis : Sri Lestari, Syahrizal Muttakin, Silvia Yuniarti, Hijriah Mutmainah, Yati Astuti, Dewi Haryani, Rika Jayanti Malik, Yusup Sopian Hidayat, Suryadi, Ismatul Hidayah

Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Banten

 

Reporter : BPSIP Banten
Sumber : BBPSIP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018