Wednesday, 21 October 2026


Polemik impor Beras, Tan Long Vietnam Tak Pernah Berikan Penawaran

12 Jul 2024, 14:14 WIBEditor : Yulianto

Beras impor Bulog sedang dibongkar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Fakta baru mulai terungkap pada polemik beras impor yang tidak saja menghebohkan pemegang kebijakan di Indonesia, tapi juga di negara Vietnam. Ternyata fakta baru terungkap, Perusahaan Vietnam, Tan Long tak pernah memberikan penawaran beras untuk mengekspor ke Indonesia

Seperti yang pernah dikemukakan oleh Mokhamad Suyamto, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG yang menyatakan bahwa isu penggelembungan harga beras impor itu tidak benar. “Perusahaan Tan Long Vietnam yang diberitakan memberikan penawaran beras, sebenarnya tidak pernah mengajukan penawaran sejak bidding tahun 2024 dibuka. Jadi tidak memiliki keterikatan kontrak impor dengan kami pada tahun ini,” ucapnya.

Hal ini selaras dengan pernyataan dari Direktur Utama Tập đoàn Tân Long (TLG). Mengutip dari pemberitaan media Vietnam bernama CAFEF, Trương Sỹ Bá, Ketua Dewan Direksi dan Direktur Utama Tập đoàn Tân Long (TLG). “Dalam sejarah tender beras BULOG, dari tahun 2023 sampai sekarang, kami tidak pernah memenangkan tender langsung apapun dari  BULOG,” ujarnya.

Hal ini tentu menjawab sejumlah tuduhan penggelembungan harga beras impor dari Vietnam serta keraguan kepada kinerja Perum BULOG dalam hal pelaksanaan tender. Paket tender pada 22 Mei yang diumumkan BULOG yakni Lộc Trời dan anak perusahaannya berencana untuk menawarkan 100.000 ton beras, Trương Sỹ Bá mengatakan, Tân Long menawar dengan harga 15 dollar AS/ton lebih tinggi, sehingga tidak memenangkan tender.

“Pada bulan Mei, kami pernah menawarkan penjualan 100 ribu ton beras dengan harga 538 dollar AS/ton, harga FOB. Namun, dibandingkan dengan harga dari perusahaan Lộc Trời, harga dari TLG lebih tinggi sehingga kami tidak jadi ikut” imbuh Trương Sỹ Bá.

Trương Sỹ Bá menjelaskan, Indonesia membeli beras melalui tender BULOG dan membeli dengan harga CNF, bukan harga FOB, dan harga CNF dari perusahaan Lộc Trời, Thuận Minh, Quang Phát sekitar 568 dollar AS/ton atau dengan harga FOB sekitar 530 dollar AS/ton. “Harga itu lebih rendah dari penawaran kami sebesar 538 dollar AS/ton, harga FOB kami lebih tinggi 5-8 dollar AS/ton,” ujarnya.

Keterangan dari Tan Long Group ini menjadi klarifikasi atas polemik beras impor yang terjadi. Disisi lain, ditakutkan bila polemik isu ini terus ditiupkan dan berlanjut tanpa fakta yang jelas, dapat berdampak pada kelancaran pembelian beras Indonesia dari Vietnam hingga akhir tahun 2024, bahkan mempengaruhi hubungan bilateral perdagangan kedua negara.

Sonya Mamoriska, Direktur Transformasi& Hubungan Antar Lembaga Perum BULOG mengatakan, pihaknya terus menjaga komitmen untuk tetap menjadi pemimpin rantai pasok pangan yang tepercaya, sehingga bisa berkontribusi lebih bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Hal ini tentunya sesuai dengan ke-4 visi transformasi kami yaitu kepemimpinan, kepercayaan, pelayanan terbaik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Perum BULOG mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras dari Pemerintah, sebesar 3,6 juta ton pada tahun 2024. Pada periode Januari-Mei 2024, jumlah impor sudah mencapai 2,2 juta ton.

Impor dilakukan Perum BULOG secara berkala dengan melihat neraca perberasan nasional dan mengutamakan penyerapan beras dan gabah dalam negeri. Sampai akhir Juni, Perum BULOG telah menyerap 800 ribu ton beras dalam negeri dan optimis bisa menyerap 1 juta ton beras, sesuai target yang telah ditetapkan.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018