
Jelang Iduladha 2025, BRMP Peternakan dan Keswan kembali gelar Bursa Hewan Qurban ke-23! Hadirkan ternak ASUH berkualitas tinggi, sehat, dan sesuai syariat.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Jelang Iduladha 2025, BRMP Peternakan dan Keswan kembali gelar Bursa Hewan Qurban ke-23! Hadirkan ternak ASUH berkualitas tinggi, sehat, dan sesuai syariat.
Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PRMPKH) kembali menggelar Bursa Hewan Qurban (BHQ) yang ke-23. Kegiatan ini berlangsung dari 23 Mei hingga 6 Juni 2025 di Lapangan Selatan BRMP Peternakan Keswan, Kota Bogor.
BHQ ke-23 tahun ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BRMP Peternakan Keswan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, serta Sekolah Vokasi IPB Program Studi Paramedik Veteriner.
Tujuannya jelas yakni menghadirkan solusi terpadu untuk penyediaan hewan qurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat.
“Tujuan utama BHQ adalah memberikan fasilitas penjualan hewan qurban yang layak, pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh, dan tentunya memastikan hewan yang dijual telah memenuhi syariat Islam,” jelas drh. Agus Susanto, Kepala BRMP Peternakan dan Keswan, dalam sambutan pembukaan.
Menurut drh. Agus, tahun ini BHQ diikuti oleh 7 peternak lokal dan dari luar daerah seperti Pakar Alam, Sumatera Selatan. Mereka menempati 12 lapak penjualan yang telah disediakan panitia.
Hingga saat ini, tersedia 24 ekor sapi dan 121 ekor kambing-domba, semua dalam kondisi sehat, cukup umur, dan sudah diperiksa oleh tim dokter hewan dari berbagai instansi.
“Setiap hewan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan mendapat pengawasan langsung dari tim dokter hewan DKPP Kota Bogor, Sekolah Vokasi IPB, serta tenaga medis dari BRMP Peternakan Keswan,” lanjutnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi konsumen dari peredaran hewan qurban yang tidak layak, serta memberdayakan peternak kecil agar dapat bersaing secara sehat dan terorganisir.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang turut hadir dalam pembukaan BHQ ke-23, menyambut positif kegiatan ini. Ia menyebut BHQ sebagai contoh model yang ideal dalam penyediaan hewan qurban berkualitas dan sesuai syariat.
“BHQ ini menjadi tempat alternatif utama bagi warga Bogor dalam memilih hewan qurban. Selain memenuhi aspek syariat, juga memperhatikan aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan,” ujar Dedie.
Ia pun mengimbau agar masyarakat Kota Bogor tidak membeli hewan qurban dari pedagang musiman di pinggir jalan yang tak terjamin kesehatannya.
Dedie juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah pemotongan hewan qurban dan menyerukan penggunaan wadah ramah lingkungan untuk distribusi daging qurban.
“Saya juga mengajak masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik saat membagikan daging qurban. Mari biasakan pakai bonsak atau wadah anyaman yang lebih ramah lingkungan,” pesannya.
BHQ ke-23 ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan BRMP dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit hewan menular.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengingatkan bahwa ancaman penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masih menjadi tantangan serius bagi peternakan nasional.
“Beberapa tahun lalu kita sempat terpukul akibat wabah PMK. Sekarang kami sudah siapkan vaksin dan pengawasan ketat agar penyakit tersebut tidak kembali muncul, terutama menjelang Iduladha,” ujar Fadjry.
Ia menambahkan bahwa BHQ bukan hanya soal jual beli hewan qurban, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar dalam menjamin kesehatan hewan dan keamanan pangan bagi masyarakat luas.
“Kita ingin menjadikan BHQ sebagai etalase pelayanan publik yang modern dan terpercaya. Ini adalah bagian dari upaya transformasi sektor peternakan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman dan tuntutan konsumen,” ungkap Fadjry.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tim teknis yang terus memastikan bahwa setiap hewan yang diperjualbelikan di BHQ telah bebas dari penyakit dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Dengan pendekatan integratif antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha peternakan, BHQ ke-23 menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi. Ini adalah wujud nyata pelayanan publik yang terukur, sistematis, dan berpihak kepada masyarakat.
Model BHQ ini bahkan diharapkan dapat direplikasi oleh satuan kerja peternakan lainnya di seluruh Indonesia.
Selain menyediakan fasilitas transaksi yang rapi dan higienis, model ini meminimalkan praktik penjualan liar di pinggir jalan dan mempermudah pengawasan kesehatan hewan oleh otoritas terkait.
“Dengan mengadakan BHQ seperti ini, kita juga menjaga wajah kota dari maraknya lapak liar dan pedagang musiman yang bisa menimbulkan masalah sanitasi dan ketertiban umum,” ujar drh. Agus.
Selama BHQ berlangsung, masyarakat dapat langsung datang ke lokasi di Lapangan Selatan PRMPKH Kota Bogor.
Selain membeli hewan qurban, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter hewan mengenai kesehatan hewan qurban serta syarat-syarat pemilihan hewan sesuai syariat.
“BHQ bukan hanya tempat jual beli, tapi juga tempat edukasi masyarakat soal pentingnya membeli hewan qurban yang layak, sehat, dan sesuai syariat,” tutup Agus.
Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan hewan dan masyarakat, Bursa Hewan Qurban ke-23 tahun ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam penyelenggaraan penyediaan hewan qurban yang profesional dan berkualitas tinggi.
Iduladha 2025 pun terasa semakin berkah, dengan hadirnya BHQ yang memberi ketenangan hati bagi para pequrban, dan sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak lokal yang selama ini sulit menjangkau pasar urban.
Bagi warga Bogor dan sekitarnya yang ingin berqurban dengan tenang dan terjamin, BHQ ke-23 adalah pilihan bijak. Aman, sehat, utuh, halal dan tentu saja memberdayakan peternak negeri sendiri.