
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Penfui Timur resmi beroperasi! UMKM lokal kini bersatu gerakkan roda ekonomi desa, wujudkan kemandirian pangan dan pemberdayaan dari akar rumput.
TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang -- Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Penfui Timur resmi beroperasi! UMKM lokal kini bersatu gerakkan roda ekonomi desa, wujudkan kemandirian pangan dan pemberdayaan dari akar rumput.
Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Pada Jumat (30/5/2025), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Penfui Timur resmi dilaunching sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kopdes Merah Putih Penfui Timur hadir bukan sekadar sebagai koperasi biasa, namun sebagai episentrum gerakan ekonomi kerakyatan yang menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan utama.
Tak hanya menjadi yang pertama di NTT, koperasi ini digadang-gadang menjadi model rujukan nasional dalam pengembangan koperasi desa yang terintegrasi.
“Kantor Kopdes Merah Putih ini kami dirikan sebagai hilir dari berbagai potensi desa. Di sinilah kami akan menampung, mengolah, dan mendistribusikan produk-produk lokal warga, dari hasil pertanian, peternakan, hingga kerajinan,” ujar Gestianus Sino, Ketua Pengurus Kopdes Merah Putih, dalam sambutannya di acara soft launching.
Gesti, sapaan akrabnya, merupakan sosok petani milenial yang telah malang melintang selama lebih dari 15 tahun di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
Dengan semangat muda dan pengalaman lapangan yang solid, Gesti kini memimpin langsung transformasi ekonomi desa melalui koperasi yang berbasis potensi lokal.
“Enam gerai strategis kami bangun di dalam kantor Kopdes: gerai sembako, gerai obat, klinik desa, cold storage, gudang logistik, dan gudang sembako. Semua ini sesuai dengan arahan program nasional,” jelasnya.
Menurutnya, gerai-gerai tersebut tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan ekonomi, tetapi juga titik sentral yang akan menggerakkan aktivitas produksi warga secara kolektif.
Cold storage, misalnya, akan dimanfaatkan peternak dan petani untuk menyimpan hasil produksi, sementara klinik desa menjadi layanan kesehatan preventif warga.
“Kami akan hidupkan UMKM lokal seperti keripik pisang, teh herbal, hingga kain tenun khas NTT. Semua produk lokal akan masuk dan dipasarkan lewat koperasi ini,” lanjut Gesti antusias.
Gesti menegaskan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih di Penfui Timur adalah bentuk konkret dari ekonomi gotong royong.
Ia ingin koperasi menjadi rumah bersama bagi pelaku UMKM, petani, peternak, dan pengrajin untuk tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
“Koperasi ini harus jadi motor penggerak ekonomi rakyat. Masyarakatlah aktor utama. Kita tidak menunggu bantuan datang, tapi bergerak dengan potensi yang ada,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Penfui Timur, Zem Tafoki, mengaku bangga dengan pencapaian warganya. Ia menyebut bahwa pembangunan koperasi telah dirintis sejak April 2025 dan lahir dari semangat kolektif warga.
“Koperasi ini hasil kerja sama warga, bukan proyek dadakan. Sejak awal kami melibatkan masyarakat. Meski saat ini belum ada dana dari pusat, kami jalan dulu sesuai kemampuan. Yang penting semangatnya ada,” kata Zem.
Zem juga menuturkan bahwa acara peluncuran ini sekaligus sebagai perkenalan kepada masyarakat luas, bahwa semua produk yang dihasilkan desa akan dipamerkan melalui gerai-gerai koperasi.
“Produk hasil desa seperti pangan lokal, kerajinan tangan, dan bahan olahan kini punya wadah. Kopdes Merah Putih ini akan kami jadikan etalase desa dan ruang tumbuh bersama,” tambahnya.
Zem optimistis bahwa partisipasi warga yang tinggi akan menjadikan Penfui Timur sebagai percontohan desa mandiri di Kabupaten Kupang, bahkan di tingkat nasional.
“Semangat gotong royong masyarakat luar biasa. Semua bergerak. Semua mau desa ini jadi model pembangunan ekonomi desa. Ini harapan sekaligus tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Penfui Timur, sempat menyebut bahwa Kopdes Merah Putih Penfui Timur bisa menjadi model koperasi desa nasional.
“Kita ingin membangun kedaulatan ekonomi dari desa. Dan ini bisa dimulai dari Penfui Timur,” ujar Budi Arie kala itu.
Kini, kehadiran Kopdes Merah Putih Penfui Timur bukan sekadar simbol gerakan ekonomi kerakyatan, tetapi sebuah langkah strategis membangun kemandirian desa berbasis potensi lokal.
Di tengah arus urbanisasi dan ketimpangan ekonomi, desa ini menunjukkan bahwa pembangunan bisa dimulai dari bawah, dari rakyat, dan oleh rakyat sendiri.