Monday, 16 February 2026


BRMP Perkebunan Bongkar Cara Modernisasi Tanaman Obat Agar Petani Bisa Cuan Maksimal

11 Nov 2025, 19:11 WIBEditor : Gesha

BRMP Perkebunan ungkap trik modernisasi tanaman obat, mulai dari drone, sensor tanah, hingga teknologi panen pintar, bikin petani untung maksimal dan produk herbal siap go global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- BRMP Perkebunan ungkap trik modernisasi tanaman obat, mulai dari drone, sensor tanah, hingga teknologi panen pintar, bikin petani untung maksimal dan produk herbal siap go global.

Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP-TROA) kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak modernisasi tanaman obat di Indonesia.

Dalam Workshop Herba Medika bertajuk “The New Era of Downstream Processing for Herbs and Medicinal Plants”, Selasa (11/11), Kepala BRMP Perkebunan I Ketut Kariyasa membeberkan bagaimana teknologi modern bisa membuat petani tanaman obat untung maksimal.

“Modernisasi saja tidak cukup. Nilai tambah terbesar diperoleh petani ketika tanaman mereka juga diimunisasi. Dengan cara ini, kualitas bahan baku meningkat, produk lebih kompetitif, dan kesempatan kerja serta ekonomi lokal ikut terdorong,” jelas Ketut.

Menurutnya, meski potensi tanaman obat di Indonesia sangat besar, petani masih menghadapi sejumlah tantangan. Kualitas bahan baku yang tidak konsisten, pengolahan yang sebagian besar masih tradisional, hingga akses pasar global yang terbatas karena regulasi dan standar produk membuat petani sulit mendapat keuntungan maksimal.

BRMP pun menghadirkan solusi dengan perakitan teknologi budidaya presisi. Sensor tanah, drone, dan sistem Internet of Things (IoT) digunakan untuk memantau kondisi tanaman secara real-time.

Dengan teknologi ini, kualitas bahan baku dan kandungan senyawa aktif tanaman tetap optimal sejak dari lahan, sehingga produk yang dihasilkan petani bisa dipercaya industri dan konsumen global.

Modernisasi pasca panen juga menjadi fokus BRMP. Alat dan mesin pertanian modern, serta teknologi pengeringan, memastikan senyawa aktif tanaman tetap terjaga. “Dengan pengolahan yang tepat, produk herbal Indonesia punya nilai jual lebih tinggi di pasar internasional. Ini tentu membuat petani lebih untung,” kata Ketut.

Ketut juga menambahkan, teknologi hilir atau downstream processing juga sangat penting. “Petani harus dibantu sampai produk siap pakai. Ekstraksi senyawa aktif dengan metode Super Critical Fluid Extraction atau gelombang mikro membuat produk lebih murni, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan cara ini, produk herbal kita bisa bersaing di pasar global,” ungkapnya. 

Di sisi lain, BRMP mendorong konsep sinergi pentahelik, melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku industri, UMKM, dan masyarakat. Akademisi menciptakan inovasi, pemerintah memfasilitasi pengujian dan perakitan teknologi, sedangkan pelaku industri dan UMKM menjadi pengadopsi sekaligus membuka lapangan kerja.

Selain teknologi dan kolaborasi, BRMP juga mendorong digitalisasi. Petani bisa memantau kondisi tanaman, proses panen, dan kualitas produk melalui sistem digital. Hal ini membuat seluruh rantai produksi lebih transparan dan mudah diakses, termasuk untuk memenuhi standar pasar internasional.

Workshop Herba Medika menjadi ajang memperkuat kerja sama lintas sektor, mempercepat transfer teknologi, dan meningkatkan kualitas produk herbal Indonesia.

Dengan modernisasi hingga sinergi pentahelik, petani tidak hanya mendapatkan keuntungan lebih besar, tetapi industri herbal nasional juga semakin siap bersaing di pasar global.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018