
Pelepasan ekspor beras ke Arab Saudi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG akhirnya resmi mengirim beras super premium dengan merek dagang Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026. Sebanyak 2.280 ton beras premium akan dikirim secara bertahap.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Beras tersebut berkadar air 14 persen dan tingkat pecahan kulit (broken) maksimal 5 persen.
“Beras premium tersebut bukan hanya pecahannya (broken) 5 persen, tapi ada yang 4 persen. Begitu juga kadar airnya di bawah 14 persen. Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah Bulog buat. Selama ini Bulog membuat beras, premiumnya dengan pecahan 15 persen,” tuturnya saat pelepasan ekspor beras premium ke Arab Saudi di gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3).
Dalam pelepasan ini hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, Direktur Utama beserta seluruh jajaran Direksi Bulog.
Beras yang diekspor ke Arab Saudi merupakan hasil pengolahan empat pabrik beras. Dua pabrik beras milik PT Wilmar Padi Indonesia yang ada di Serang dan Mojokerto, kemudian dua pabrik Bulog yang ada di Karawang dan Subang. “Alhamdulillah Bapak ini total ini bisa mencapai 2.280 ton mencukupi,” ujarnya.
Rizal menegaskan, beras yang diolah adalah beras yang baru panen dari sawah dan bukan beras yang ada di gudang Bulog. “Jadi beras yang kita panen, setelah kering langsung dibawa ke silo milik Wilmar maupun pengolahan Bulog. Kita keringkan langsung kita olah menjadi beras premium,” katanya. Untuk menjamin keamanan pangan, lanjut Rizal, beras premium tersebut telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.
Pada kesempatan itu, Rizal menegaskan ekspor ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, melainkan representasi kemandirian bangsa. “Negara tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jemaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Ekspor ini juga telah memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah menggunakan Beras BULOG Befood Nusantara untuk musim haji 2026.
Rizal mengatakan, BULOG memastikan bahwa pelaksanaan ekspor ini tidak mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Pelepasan ekspor beras ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pangan nasional. Untuk pertama kalinya, beras produksi petani Indonesia dikirim secara khusus untuk dikonsumsi oleh Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci, sekaligus menandai transformasi Indonesia menjadi negara yang mampu mengekspor beras berkualitas premium.
Momentum pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara ini sekaligus memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat global, menunjukkan produk pangan nasional memiliki daya saing, kualitas, dan kepercayaan internasional.
“Kami berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan terbaik bagi Jemaah Haji Indonesia, sembari terus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras yang mandiri dan kompetitif di pasar dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Perum BULOG, para petani di seluruh Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini. “Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” ujarnya.
Amran berharap ke depan Indonesia bisa ekspor lebih besar lagi. Dengan jumlah jemaah haji, umroh dan masyarakat Indonesia yang mukim (tinggal) di Arab Saudi yang mencapai 2 juta orang, potensi pasar beras cukup besar. “Khusus masyarakat Indonesia yang tinggal di Arab diperkiraan kebutuhannya antara 20 ribu sampai 50 ribu ton,” katanya.
Ekspor beras ke Saudi Arabia ini bagi Amran adalah momentum yang baik saat stok beras Indonesia mencapai 3,7 juta ton pada Maret. Jumlah ini terbesar sepanjang sejarah. Saat ini beras Indonesia sudah menjejah beberapa negara, Arab Suadi, Malaysia dan Filipina. “Kepada temen-temen media, ini aksi nyata bukan ilusi kita kirim 2.280 ton,” katanya.