Kamis, 18 Oktober 2018


Ekspor Menggeliat, Pembudidaya Kerapu Menuai Untung

05 Okt 2018, 12:14 WIBEditor : Gesha

Kerapu Indonesia diminati masyarakat luar negeri, peluang ekspor pun terbuka lebar dan pembudidaya senang bukan kepalang | Sumber Foto:HUMAS DJPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Natuna --- Setelah sekian lama tak terdengar gaungnya, ekspor kerapu ke Hongkong dari Pulau Natuna kembali menggeliat. Bahkan kalangan pembudidaya ikan kerapu meraup untuk miliaran rupiah karena imbas melonjaknya nilai mata uang dollar AS.

Sedikitnya sebanyak 16.720 kg ikan kerapu hidup di ekspor ke Hongkong dengan nilai mencapai 100.314 dollar AS atau setara Rp 1,45 Milliar. Ekspor kerapu ke Hongkong ini dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan dua kapal berbendera Hongkong yakni Kapal Mv Cheung Kam Wah dan Kapal Cheng Wai Hing.

Salah satu pembudidaya kerapu Kepulauan Natuna yang tergabung dalam PT Putri Ayu Jaya, Eko Prihanto mengaku menuai untung berlipat dari ekspor kerapu ke Hongkong saat bertepatan dengan tingginya mata uang dollar AS terhadap rupiah.  “Kami sangat beruntung bisa ekspor kerapu saat ini. Harganya sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Eko mengungkapkan, harga kerapu yang diekspor ke Hongkong cukup bagus. Untuk kerapu hybrid Rp 85 ribu/kg. Sedangkan kerapu tikus  Rp 80 ribu/kg, bahkan kerapu sunu mencapai Rp 350 ribu/kg.

“Sekali shiping (ekspor, red) minimal kita kirim 16 ton,” katanya. Sesuai catatan, sampai September 2018 sejumlah pembudidaya kerapu sudah 11 kali mengekspor ke Hongkong. Artinya, hampir tiap bulan ada pengiriman kerapu.

Sebenarnya ekspor kerapu ke Hongkong dari Pulau Natuna sudah tak asing lagi, bahkan sudah sejak 2-3 tahun. Hal ini karena letak Kepulauan Natuna dekat dengan negara tujuan ekspor, sehingga untuk pengiriman hanya memerlukan waktu enam hari.

“Kepulauan Natuna juga sangat cocok untuk budidaya kerapu. Letaknya juga strategis, sehingga  usaha budidaya kerapu menjadi pilihan menjanjikan bagi masyarakat Natuna,” paparnya.

Ekspor kerapu, di sejumlah sentra budidaya kerapu di Kepulaun Natuna , Provinsi Riau sampai saat ini masih berjalan seperti biasa (normal). Sesuai pantauan Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor kerapu dari Kepulauan Natuna sepanjang tahun 2018 masih stabil.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto juga mengakui, Kepulauan Natuna, Riau merupakan sentra budidaya kerapu nasional dan secara geografis cukup dekat dengan akses pasar di Hongkong/China. September tahun ini sejumlah pembudidaya ikan di Natuna sudah ekspor kerapu ke Hongkong. Intensitas ekspornya juga berjalan normal.

Namun Slamet mengakui, intensitas ekspor kerapu dari daerah lain seperti dari kawasan timur Indonesia (KTI) mengalami penurunan. Sebab, aksesnya jauh dari pelabuhan muat singgah. Di sisi lain, usaha budidaya kerapu banyak yang tidak tersentral dalam satu kawasan, sehingga kuota panennya belum menutupi kapasitas angkut.

 

Reporter : indarto

TAG

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018