Jumat, 14 Juni 2024


Pemerintah Gelindingkan Telur Murah di 8 Lokasi

15 Des 2018, 09:45 WIBEditor : Yulianto

Kepala BKP, Agung Hendriadi melepas mobil yang akan menggelar pangan murah telur ayam ras di DKI Jakarta, Sabtu (15/12) | Sumber Foto:Julian

Dalam dua minggu terakhir telur ayam ras di tingkat konsumen naik di luar espektasi pemerintah

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian mulai Sabtu (15/12) menggelar pangan murah telur ayam ras di delapan lokasi di DKI Jakarta. Produk ternak tersebut dijual dengan harga Rp 23 ribu/kg.

Kepala BKP, Agung Hendriadi mengatakan, lokasi pangan murah telur ayam ras berada di Toko Tani Indonesia (TTI) Centre yang berlokasi di depan SMU Negeri 28 Pasar Minggu, Pasar Grogol, Pasar Kramatjati, Pasar Mampang Prapatan, Pasar Cijantung, Pasar Tebet Barat, Pasar Pademangan Timur dan Pasar Jatinegara. Di DKI Jakarta, ada sekitar 47 pasar yang pemerintah monitor.

“Pemilihan lokasi pasar murah telur ini berdasarkan hasil pemantauan tim dari Kementerian Pertanian. Di lokasi tersebut harga telur sudah naik hingga ada yang mencapai Rp 26-27 ribu/kg,” katanya di sela-sela Peluncuran Gelar Pangan Murah Telur Ayam Ras di TTI Centre, Sabtu (15/12).

Agung mengakui, dalam dua minggu terakhir telur ayam ras di tingkat konsumen naik di luar espektasi pemerintah. Karena itu untuk menjaga stabilisasi harga telur ayam ras, pemerintah menggelar pangan murah di beberapa titik/lokasi yang harganya beranjak naik.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 96 Tahun 2018, pemerintah telah menetapkan harga acuan telur sebesar Rp 23 ribu/kg. Agung berharap, dengan gelar pangan murah ini akan memberikan harga yang wajar di tingkat konsumen. “Dengan upaya ini, saya jamin harga akan turun lagi. Kita antisipasi sejak dini, jangan sampai kenaikan harga di beberapa lokasi menular ke tempat lain dan masyarakat berteriak,” tuturnya.

Presiden Peternak Layer Nasional (PLN), Musbar mengatakan, kegiatan pangan murah telur ayam ras ini merupakan bentuk kerjasama pemerintah dengan pelaku usaha (peternak layer/ayam petelur), sehingga harga bisa diterima di konsumen dengan harga wajar. “Kami harapkan kerjasama ini memberikan nilai tambah juga bagi produsen telur di 12 provinsi yang menjadi sentra peternak layer,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fini Murfiani mengatakan, gelar pangan murah ini sebagai bentuk jawaban pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga pangan. “Kita ingin menjaga harga, baik di tingkat peternak agar tidak rugi, juga harga di konsumen tetap wajar, meski pada Hari Besar Keagamaan Nasional,” katanya.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018